Manajer Arsenal Mikel Arteta membela penyerang Kai Havertz setelah jumlah golnya belakangan ini menuai kritik. Arteta menegaskan kepercayaan penuhnya kepada pemain timnas Jerman itu dan menolak menilai skuadnya terlalu keras setelah tersingkir dari Piala Liga Inggris oleh Fleetwood Town pada pertengahan pekan.
Manajer Arsenal Mikel Arteta menegaskan kembali kepercayaan penuhnya kepada penyerang Kai Havertz meski kontribusi serangannya belakangan menurun. Havertz bermain bersama Viktor Gyokeres saat Arsenal kalah lewat adu penalti dari Fleetwood Town, tim divisi empat, pada tengah pekan.
Arteta menepis anggapan bahwa performa Havertz saat ini berkaitan dengan cedera fisik yang pernah dialaminya.
Manajer Arsenal itu tetap yakin lini depannya akan tampil baik di Anfield.
Berbicara menjelang lawatan ke markas Liverpool,Arteta membela kontribusi Havertz secara keseluruhan terhadap struktur tim. "Tidak, itu tidak ada hubungannya dengan hal tersebut. Memang benar, dari segi angka, angka-angka kami menurun," jelas Arteta saat membahas riwayat kebugaran Havertz.
"Namun, dia juga mendapat kesempatan untuk bermain, dan fluktuasi performa serta efisiensi seperti itu sangat umum terjadi pada para pemain depan."
"Saya sepenuhnya percaya kepadanya dan apa yang dia lakukan," tegas manajer asal Spanyol itu.
Menanggapi kekalahan lewat adu penalti dari Fleetwood, Arteta meminta agar penampilan Havertz dan Gyokeres dinilai dengan mempertimbangkan konteksnya. "Apa yang terjadi pada tengah pekan mungkin merupakan keindahan sepakbola... Jika Anda memainkan pertandingan itu 100 kali, Anda tahu hasilnya dalam 99 persen kesempatan," ujar Arteta.
"Namun, inilah sepakbola dan hal semacam itu bisa terjadi. Sesuatu yang luar biasa terjadi dan mereka lolos."
"Jadi, saya perlu melihatnya dalam konteks yang tepat dan tentu saja menganalisisnya, tetapi tidak menghakimi para pemain terlalu keras, terutama tanpa memahami konteksnya," tegasnya.
Havertz dan Gyokeres tetap berpeluang memimpin lini depan saat menghadapi Liverpool pada Minggu sore.
Arteta mengharapkan respons yang kuat dari para penyerangnya setelah kekecewaan pada tengah pekan.
Arsenal fokus meraih tiga poin penting untuk memperkuat ambisi mereka menjadi juara.
Seorang jurnalis olahraga dengan pengalaman hampir satu dekade, memulai perjalanan profesionalnya di Tabloid BOLA yang legendaris di Indonesia dari tahun 2017 hingga edisi cetak terakhirnya pada Desember 2018. Setelah itu, ia bergabung dengan GOAL, berkontribusi sebagai penulis lepas untuk FIFA, serta bekerja di departemen media Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF). Bersamaan dengan karier jurnalistiknya, ia juga aktif sebagai komentatorplay-by-playsiaran langsung sepak bola Indonesia sejak tahun 2017. Meraih gelar sarjana Sejarah dari Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran, Bandung.