Kepa Arrizabalaga bersiap kembali ke markas Athletic Club di San Mames dalam momen emosional setelah kiper cadangan Arsenal itu dipanggil memperkuat tim Negeri Basque untuk menghadapi Venezuela

Kepa Arrizabalaga bersiap kembali ke markas Athletic Club di San Mames dalam momen emosional setelah kiper cadangan Arsenal itu dipanggil memperkuat tim Negeri Basque untuk menghadapi Venezuela

Kiper Arsenal Kepa Arrizabalaga bersiap kembali ke Stadion San Mames milik mantan klubnya, Athletic Club, dalam momen yang penuh makna setelah mendapat panggilan dari tim perwakilan Negeri Basque. Kepa masuk skuad Euskal Selekzioa untuk menghadapi tamu dari Amerika Selatan, Venezuela, dalam laga per

Kiper Arsenal Kepa Arrizabalaga bersiap kembali ke Stadion San Mames milik mantan klubnya, Athletic Club, dalam momen yang penuh makna setelah mendapat panggilan dari tim perwakilan Negeri Basque. Kepa masuk skuad Euskal Selekzioa untuk menghadapi tamu dari Amerika Selatan, Venezuela, dalam laga persahabatan internasional di Bilbao akhir pekan depan.

Pelatih Osasuna Jagoba Arrasate memasukkan pemain asal Ondarroa itu sebagai salah satu nama utama dalamdaftar 22 pemain pilihannyauntuk pertandingan pada Sabtu, 14 November. Saat ini menjadi pelapis David Raya di Arsenal setelah sebelumnya menjalani masa peminjaman di Real Madrid dan Bournemouth, Arrizabalaga meninggalkan Bilbao untuk bergabung dengan Chelsea pada 2018. Transfer senilai €80 juta ke Stamford Bridge itu masih menjadi rekor biaya transfer dunia untuk seorang kiper.

Selain Arrizabalaga, pemain dalam skuad yang berkarier di luar Spanyol adalah penyerang Udinese Unai Gomez dan penyerang Bolton Wanderers Gaizka Larrazabal, sementara kiper Osasuna Aitor Fernandez menjadi pesaing di bawah mistar. Arrasate kembali banyak mengandalkan para pemain yang sudah familier dari klub domestik, yakni Athletic Club, Real Sociedad, Osasuna, dan Deportivo Alaves.

Di lini belakang, Dani Vivian, Hugo Rincon, dan Johaneko Louis-Jean dari Athletic bergabung dengan tiga pemain Sociedad, Jon Pacheco, Igor Zubeldia, dan Aihen Munoz, serta Inigo Arguibide dari Osasuna dan Einar Galilea dari Malaga.

Pilihan di lini tengah mencakup Mikel Jauregizar dari Athletic, Benat Turrientes dari Sociedad, duo Alaves Pablo Ibanez dan Ander Guevara, Asier Osambela dari Osasuna, serta Jon Guridi dari Sevilla. Sementara itu, bintang Athletic Oihan Sancet, Kike Barja dari Osasuna, dan duo Racing Santander Inigo Vicente serta Asier Villalibre melengkapi lini serang.

Diselenggarakan oleh presiden Federasi Sepak Bola Basque Xabier Goni, pertandingan ini menandai penampilan pertama tim tersebut sejak mengalahkan Palestina 3-0 di hadapan 51.396 penonton, jumlah yang memecahkan rekor, pada 15 November tahun lalu lewat gol Unai Elgezabal, Gorka Guruzeta, dan Urko Izeta. Pertandingan Sabtu depan memiliki makna budaya yang mendalam karena merayakan peringatan 90 tahun pembentukan Pemerintah Basque otonom pertama di bawah Presiden Jose Antonio Aguirre pada 1936.

Aguirre kemudian membentuk tim Euzkadi pada 1937 untuk melakukan tur ke Eropa dan Amerika selama Perang Saudara Spanyol. Venezuela juga memiliki ikatan khusus dengan wilayah tersebut setelah menerima ribuan pengasing politik Basque yang melarikan diri dari kediktatoran Francisco Franco.

Arrrizabalaga berharap mendapat kesempatan langka untuk tampil sebagai starter di tempat yang familier baginya akhir pekan depan sebelum kembali ke London utara untuk melanjutkan tugasnya sebagai pelapis di bawah Mikel Arteta setelah jeda internasional. Di lapangan di Bilbao, Euskal Selekzioa akan berusaha mempertahankan rekor kemenangan 100 persen sepanjang sejarah pertemuan mereka dalam laga keempat melawan Venezuela. Tuan rumah sebelumnya mengalahkan tim Amerika Selatan itu 4-3 dalam laga tandang di San Cristobal pada Juni 2007, 3-1 di San Mames lama pada Desember 2010, dan 4-2 di Mendizorrotza pada Oktober 2018.

Ditulis olehAdhe Makayasa

Pandit Man United di GOAL ID sejak 2013dan pengalamannya membentang dari ESPN Star Sports, Fox Sports hingga FIFA. Sesekali terjun ke lapangan mencatat live score pertandingan Indonesia Super League - yang datanya tampil real time di Google Live Feed dan banyak platform.

Lahir di Yogyakarta,PSIM adalah cinta pertama Adhe. Uniknya, takdir profesional justru membawanya meliput rival PSS selama bertahun-tahun. Kini, lingkaran itu terasa lengkap. Adhe berkesempatan kembali ke akar dan meliput tim masa kecilnya di kasta tertinggi.

Kenangan sepak bola favorit Adhe adalah meliput langsung pertandingan Indonesia melawan Belandadi GBK pada 2013, juga secara random bertemu Radja Nainggolan di tribun Stadion Sultan Agung, Bantul saat eks Inter tersebut bermain untuk Bhayangkara FC.

Bidang keahlian Adhe setelah belasan tahun dan ribuan pertandingan di sepak bola:

XI Sepanjang Masa Adhe (4-1-2-3)

Edwin van der Sar; Dani Alves, Paolo Maldini, Nemanja Vidic, Roberto Carlos; Roy Keane; Xavi, Paul Scholes; Lionel Messi, Ruud van Nistelrooy, Cristiano Ronaldo.