Mantan bek internasional Prancis, Adil Rami, mendapati dirinya berada di pusat perdebatan sengit di media sosial, setelah mengkritik keras pemain Spanyol Alexia Putellas menyusul pidatonya di ajang penganugerahan Ballon d'Or 2026.
Pemain Spanyol yang kini bermain bersama klub London City itu meraih Ballon d'Or untuk ketiga kalinya sepanjang kariernya pada hari Senin lalu, dan menyampaikan pidato panjang yang di dalamnya ia berterima kasih kepada mantan rekan-rekan setimnya di klub Barcelona, keluarganya, serta orang-orang yang dicintainya.
Pidato ini terlalu panjang bagi sang juara Piala Dunia 2018 tersebut, yang tak ragu mengungkapkan pendapatnya secara terus terang di platform "Twitch", di mana ia berkata: "Alexia Putellas mulai berbicara, awalnya lucu, tapi astaga, kecilkan volume mikrofonnya, kecilkan saja volume mikrofon sialan itu".
Mantan bek Valencia, Milan, dan Sevilla itu melanjutkan: "Alexia Putellas, kenapa? Astaga, kalau kamu mau berbicara, tidak masalah, pulanglah, siapkan tempat seperti kami, dan gunakan mikrofon untuk dirimu sendiri".
Pernyataan ini dengan cepat memicu gelombang kemarahan, di mana banyak pengguna internet menuduh mantan bintang Prancis itu sebagai pembenci perempuan, sebagaimana diberitakan jaringan "Foot Mercato".
Kritik semakin memuncak ketika sebagian orang menunjukkan bahwa pidato pemain Inggris Harry Kane saat menerima penghargaan Ballon d'Or lebih panjang tiga menit dibanding pidato Putellas, tanpa memancing komentar serupa dari Rami.
Meski demikian, pemain internasional Spanyol itu memanfaatkan acara tersebut untuk merenungkan perjalanan kariernya di dunia sepak bola serta berbagai kesulitan yang ia hadapi setelah cedera lutut seriusnya.
Dengan tampak sangat terharu, ia berkata: "Aku teringat masa-masa ketika kakiku mengkhianatiku, ketika aku belajar berjalan kembali, berlari kembali, dan menendang bola".
Pemain berusia 32 tahun itu juga memuji mantan rekan-rekan setimnya di Barcelona, yang bersamanya ia meraih gelar Liga Spanyol, Piala Ratu, Piala Super Spanyol, dan Liga Champions Eropa musim lalu, dan pernyataan-pernyataan yang bersifat pribadi sekaligus menyangkut olahraga ini membuat kritik Adil Rami semakin memicu kontroversi.