Kata Timo Scheunemann Garuda Pertiwi Lolos Final Srikandi Merdeka Cup 2026

Kata Timo Scheunemann Garuda Pertiwi Lolos Final Srikandi Merdeka Cup 2026

KOMPAS.com -Pelatih Timnas Putri U16 Indonesia Garuda Pertiwi, Timo Scheunemann, memberikan tanggapannya setelah mengalahkan Yordania di semifinal Srikandi Merdeka Cup 2026.

KOMPAS.com -Pelatih Timnas Putri U16 Indonesia Garuda Pertiwi, Timo Scheunemann, memberikan tanggapannya setelah mengalahkan Yordania di semifinal Srikandi Merdeka Cup 2026.

TimnasPutri U16 Indonesia Garuda Pertiwi menghadapiYordaniadi Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Jumat (21/8/2026) malam WIB.

Dalam laga tersebut,Timnas PutriU16 Indonesia Garuda Pertiwi mampu mengalahkan Yordania dengan skor 3-0.

Gol-gol kemenangan tim besutanTimo Scheunemanndicetak Kesya Arabela Manisya Nian (7'), Jazlyn Kayla Firyal (35'), dan Fadilla (45+5').

Menurut Timo, keberhasilan menembus babak final ini bukan cuma menjadi pencapaian penting bagi tim, melainkan juga mewujudkan ambisi pribadinya untuk bertanding lima kali dan bersua dengan Thailand di partai puncak.

Baca juga:Hasil Indonesia Vs Yordania 3-0: Garuda Pertiwi ke Final Srikandi Merdeka Cup 2026

"Pertandingan yang luar biasa, yang penting final," kata Timo Scheunemann dalam konferensi pers di Supersoccer Arena, Jumat (21/8/2026).

"Yang penting final. Ya, sangat-sangat penting buat kita. Tapi intinya saya sangat bersyukur karena dua hal: saya punya ambisi pribadi, tujuan individu saya itu pengen main lima kali seperti yang saya bilang di awal."

"Yang saya nggak ngomong, pengen ketemu Thailand. Ya, puji Tuhan dua-duanya terkabulkan," tambahnya.

Walaupun timnya sukses meraih hasil positif, pelatih keturunan Jerman itu tetap memberikan catatan kritis mengenai penyelesaian akhir dan tingkat ketenangan anak asuhnya yang dirasa masih perlu ditingkatkan.

Ia menyoroti kecenderungan penggawa Garuda Pertiwi yang sering bermain terburu-buru dan terlalu memaksakan aksi individu.

"Terburu-buru dan terlalu individualis. Terlalu mau menonjolkan skill. Ada waktunya, ada saatnya, tapi sepak bola itu permainan tim," tegas Timo.

Baca juga:Hasil HT Semifinal Srikandi Merdeka Cup 2026: Indonesia Vs Yordania 3-0

"Jadi harus bermain secara tim, di luar harus ada chemistry, di dalam lapangan harus ada chemistry, harus kerja sama, nggak boleh sendiri-sendiri."

Lebih jauh, pelatih berusia 52 tahun itu berpandangan bahwa hasrat berlebih dari para pemain untuk mencetak gol sendirian justru kerap menghambat ritme serangan tim secara keseluruhan.

"Kalau tadi masih pada mau nyetak sendiri gitu, akhirnya menyulitkan diri sendiri sih," terang pelatih berusia 52 tahun itu.

Biarpun melontarkan sejumlah kritik, Timo sangat memaklumi dinamika mental dan emosi yang tengah dialami oleh timnya.