Kata Sekjen PSSI Soal Kasus Pengeroyokan Wasit Tarkam

Kata Sekjen PSSI Soal Kasus Pengeroyokan Wasit Tarkam

KOMPAS.com -Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, menyoroti tindakan anarkis yang dilakukan para oknum suporter kepada wasit yang bertugas di pertandingan tarkam.

KOMPAS.com -Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, menyoroti tindakan anarkis yang dilakukan para oknum suporter kepada wasit yang bertugas di pertandingan tarkam.

Buntut kejadian tersebut,Yunus Nusimeminta kepada pihak Kepolisian untuk tidak mengeluarkan izin keramaian jika pertandingan tersebut tidak mendapat rekomendasi dariPSSI.

Baru-baru ini, beredar video aksi pengeroyokan oleh sejumlah orang terhadap dua orangwasitdalam turnamen sepak bola di wilayah Desa Urug, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @sudutbogorbarat, peristiwa itu terjadi saat perhelatan Pekan Olahraga Desa (Pordes) pada Selasa (11/8/2026).

Terlihat dalam video suasana kericuhan sudah terjadi di area lapangan pertandingan.

Baca juga:Viral Dua Wasit Laga Tarkam di Bogor Dikeroyok, Polisi Bantah Korban Meninggal

Seorang pria berbaju kuning yang diduga wasit pertandingan sedang diamuk massa di pinggir lapangan.

Sejumlah orang yang diduga suporter terus menghujani sang wasit dengan pukulan dan tendangan.

Lalu, terlihat seorang wasit lainnya juga mengalami kejadian serupa di tengah lapangan.

Menanggapi kejadian itu,Sekjen PSSIYunus Nusi, turut prihatin dengan insiden yang menimpa kedua wasit tersebut.

Dia pun menaruh perhatian khusus terhadap kasus kekerasan seperti ini yang kerap terulang.

Baca juga:Persija Gelar TC di Thailand, Shin Tae-yong Sebut Aspek Fisik Sangat Penting

"PSSI sangat prihatin dengan kejadian-kejadianTarkamini," kata Yunus Nusi ketika ditemui di Kantor Kemenpora, Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Lebih jauh, Yunus menyoroti persoalan lain yang terjadi dalam penyelenggaraan laga tarkam ini.

Mulai dari pertandingan yang digelar tanpa rekomendasi dari PSSI serta penggunaan wasit yang tidak berlisensi resmi.

"Terinfo hari ini ternyata juga wasitnya tidak berlisensi. Terinfo juga dari setiap tarkam terkadang tidak lapor atau tidak meminta rekomendasi dari PSSI, baik itu di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota," ucap Yunus Nusi.

Yunus melanjutkan bahwa rekomendasi PSSI bersifat wajib jika ingin menggelar pertandingan seperti ini.

Baca juga:Jelang Super League 2026-2027, Pieter Huistra Fokus Benahi Taktik PSS Sleman