Kata Marc Marquez Terkait Ancaman Denda Pembalap MotoGP

Kata Marc Marquez Terkait Ancaman Denda Pembalap MotoGP

Pembalap MotoGP bakal didenda jika melewatkan kegiatan promosi. Ini kata Marc Marquez soal itu.

Pembalap MotoGP bakal didenda jika melewatkan kegiatan promosi. Ini kata Marc Marquez soal itu.

Liputan6.com, Jakarta -Juara duniaMotoGP,Marc Marquez, melontarkan kritik terhadap kebijakan baru yang menjatuhkan denda kepada pembalap yang absen dari kegiatan promosi di setiap seri balapan. Pembalap Ducati Lenovo itu menilai MotoGP seharusnya memiliki cara lain untuk mengembangkan popularitas kejuaraan tanpa membebani para pembalap dengan terlalu banyak agenda di luar lintasan.

Menurut laporan Motorsport, kebijakan tersebut disampaikan melalui surat elektronik kepada para pembalap menjelang MotoGP Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Dalam aturan baru itu, pembalap yang tidak menghadiri kegiatan promosi terancam denda sebesar 5.000 euro atau sekitar Rp 100 juta.

Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah Hero Walk, kegiatan yang digelar pada Minggu pagi untuk mempertemukan pembalap dengan para penggemar. Setiap pembalap diwajibkan meluangkan waktu minimal 10 menit dalam kegiatan tersebut. Pelanggaran berulang disebut dapat berujung pada denda yang lebih besar, sementara kemungkinan pemberian sanksi olahraga juga sempat mencuat.

MotoGP dilaporkan telah memantau rendahnya keterlibatan sejumlah pembalap dalam kegiatan promosi selama beberapa pekan terakhir. Kebijakan ini pun menjadi sorotan setelah Marquez mengirimkan pemeran pengganti untuk menghadiri acara karting menjelang balapan di Jepang, sepekan sebelumnya.

Saat itu, Marquez menjelaskan bahwa dirinya perlu mengistirahatkan bahu. Ia menegaskan bahwa kondisi fisik dan perjuangannya dalam perebutan gelar juara dunia harus menjadi prioritas dibandingkan agenda hubungan masyarakat atau promosi.

Seusai finis keenam pada MotoGP Indonesia 2026, Marquez kembali menyampaikan pandangannya mengenai kebijakan tersebut. Pembalap berjuluk The Baby Alien itu menegaskan bahwa dirinya mendukung upaya MotoGP untuk terus berkembang dan menjangkau lebih banyak penggemar. Namun, ia merasa ada batasan yang perlu diperhatikan agar agenda promosi tidak mengganggu persiapan serta pemulihan fisik para pembalap.

“Sebagai pembalap, saya adalah orang pertama yang ingin MotoGP berkembang dan menjadi semakin besar,” ujar Marquez dilansir Crash.

“Namun, menurut saya, ada berbagai cara untuk mengembangkan olahraga ini tanpa terlalu banyak menekan para pembalap.”

Ikuti berita bola terbaru diSport Liputan6

Padatnya agenda tersebut terkadang membuat pembalap harus kembali menghadiri rapat setelah sesi pemanasan karena tidak memiliki cukup waktu untuk menyelesaikan seluruh kegiatan yang telah dijadwalkan. “Kami memiliki banyak hal yang harus dilakukan, karena bukan hanya kegiatan MotoGP. Ada agenda sponsor selama akhir pekan, rapat, pemanasan, kemudian harus segera berganti pakaian untuk mengikuti parade, lalu Hero Walk yang dihadiri banyak orang,” tutur Marquez. “Setelah itu, kami kembali lagi untuk menghadiri rapat lain karena sebelumnya tidak memiliki cukup waktu. Pada akhirnya, kami adalah atlet.”