Kasus Kematian Tragis Striker Spanyol: Kiper Jesus Owono Bisa Dijerat Pasal Pembunuhan

Kasus Kematian Tragis Striker Spanyol: Kiper Jesus Owono Bisa Dijerat Pasal Pembunuhan

Suara.com -Kematian pemainTenerife, Jesus de Miguel, setelah mengalami benturan keras dengan kiperAndorra, Jesús Owono, menjadi sorotan dunia sepak bola.

Suara.com -Kematian pemainTenerife, Jesus de Miguel, setelah mengalami benturan keras dengan kiperAndorra, Jesús Owono, menjadi sorotan dunia sepak bola.

nsiden tragis tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kemungkinan sanksi pidana maupun hukuman disiplin yang dapat dijatuhkan kepada Owono.

De Miguel mengalami henti jantung setelah terkena hantaman lutut di bagian dada dalam pertandingan Liga yang mempertemukan Tenerife dan Andorra pada Minggu.

Pertandingan di Stadion Heliodoro Rodriguez Lopez itu kemudian dihentikan, sementara sang pemain dilarikan ke rumah sakit menggunakan ambulans.

Polisi NasionalSpanyoltelah membuka penyelidikan atas dugaan pembunuhan tidak disengaja.

Pakar Hukum Nilai Unsur Pidana Sulit Dibuktikan

Jaksa Kepala Tenerife, José Luis Sánchez-Jáuregui, menilai proses pidana terhadap Owono akan sulit dilakukan.

Ia mengingatkan bahwa doktrin Mahkamah Agung Spanyol menyatakan cedera dalam olahraga pada prinsipnya tidak dapat dipidana, kecuali terjadi serangan nyata di luar konteks permainan.

Pengacara pidana Eva Papadopulos, anggota Dewan Penasihat Ikatan Advokat Madrid (ICAM), juga menilai insiden tersebut sebagai kecelakaan dalam pertandingan.

"Ini merupakan kecelakaan yang terjadi dalam aksi normal permainan dan saya tidak melihat dasar untuk membebankan tanggung jawab pidana kepada kiper atas kematian tersebut," kata Papadopulos dikutip dari 20minutos.es

Ia menjelaskan, benturan fisik dan risiko cedera merupakan bagian dari sepak bola.

Tanggung jawab pidana baru berpotensi muncul apabila terbukti pemain melakukan tindakan sengaja atau kelalaian yang secara hukum dianggap serius dan melampaui risiko normal olahraga.

Pandangan serupa disampaikan pengacara pidana Ricardo Agud.

Menurutnya, insiden tersebut kemungkinan besar dipandang sebagai bagian dari permainan, terlebih jika tidak ditemukan niat Owono untuk mencederai De Miguel.

Agud menyebut kelalaian ringan juga tidak otomatis menimbulkan pertanggungjawaban pidana.