Kasper Dolberg tampaknya kini kembali menemukan performa terbaiknya di Ajax. Sang penyerang dalam dua laga terakhir menyumbang dua gol dan dua assist, dan dengan itu kembali terlibat penuh dalam persaingan memperebutkan posisi penyerang utama.
Marcos Leonardo tampaknya sudah ia lewati dalam urutan pilihan. Pemain Brasil itu, yang didatangkan direktur teknik Jordi Cruijff seharga 20 juta euro, bahkan tidak diberi kesempatan tampil sebagai pemain pengganti dalam dua pertandingan terakhir. Menariknya, kedatangan Leonardo pada awal musim panas ini justru nyaris membuat Dolberg hengkang dari Ajax.
“Tentu saya sempat ragu,” ujar Dolberg setelah kemenangan 5-1 atas Willem II kepadaAlgemeen Dagblad. “Klub mendatangkan dua penyerang. Karena itu saya ragu tentang apa yang terbaik untuk dilakukan.”
Dolberg tidak merasa disingkirkan, tetapi ia memang sadar harus memikirkan masa depannya dengan matang. Karena itu, ia berbicara dengan pelatih Míchel Sánchez. “Hanya saja dia tidak bisa memberikan jaminan,” kata pemain Denmark itu. Ketika transfer ke FC Midtjylland dan Lille OSC ternyata tidak memungkinkan, Dolberg akhirnya memutuskan tetap bertahan di Amsterdam.
“Pada akhirnya saya memutuskan bertahan karena sebuah alasan. Apa alasannya? Itu tidak penting. Yang terpenting adalah saya memutuskan bertahan, karena saya pikir ini adalah tempat terbaik bagi saya. Saya pikir saya bisa memainkan peran besar. Kami punya tim yang bagus dan saya pikir kami bisa memenangi segalanya. Dan saya ingin berkontribusi untuk itu dan menjadi bagian darinya.”
Dolberg menilai, meski persaingannya ketat, Ajax memiliki skuad yang lebih kuat dibanding musim lalu. “Ada banyak rekrutan bagus. Juga para pemain yang berada di usia terbaik mereka: berpengalaman, tetapi pada saat yang sama lapar untuk menang di sini. Saya pikir ada banyak kualitas di dalam tim ini. Saya punya perasaan yang sangat baik tentang itu. Tentu kami masih harus membuktikan dan meningkatkan banyak hal, tetapi fondasinya saya rasa sudah ada.”
Setelah itu ia secara khusus menyoroti Julian Brandt dan Tolu Arokodare. “Hari ini saya untuk pertama kalinya bermain bersama Brandt, tetapi saya suka pemain seperti itu, yang selalu langsung mencari para penyerang. Kami masih harus lebih terhubung. Sementara Tolu adalah monster di kotak penalti. Seorang spesialis dalam hal penempatan posisi. Lalu kami membahas situasi-situasi dari pertandingan. Dari dia saya masih bisa belajar banyak,” kata Dolberg.