Egy Maulana Vikri mengajak suporter Timnas Indonesia menonton film dokumenter "The Longest Wait". Film yang dijadwalkan tayang pada 28 Oktober 2026 itu akan memperlihatkan sisi lain perjuangan Skuad Garuda dalam memburu tiket ke Piala Dunia 2026.
Setelah beberapa kali tertunda, "The Longest Wait" akhirnya akan dirilis ke publik. Film ini mengangkat perjalanan Timnas Indonesia di babak kualifikasi Piala Dunia 2026, ketika tim Merah Putih berhasil melaju hingga putaran keempat sebelum akhirnya gagal mencapai putaran final.
Berdasarkan trailer yang telah dirilis, ketegangan di ruang ganti menjadi salah satu bagian yang ditonjolkan. Film ini memperlihatkan tekanan yang dihadapi para pemain saat mempersiapkan diri menghadapi pertandingan besar. Egy menyebut film tersebut akan menjawab rasa penasaran suporter mengenai hal-hal yang tidak terlihat selama pertandingan berlangsung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalian akan merasa penasaran. Apa yang sudah kalian lihat dari pertandingan 90 menit soal kalah, menang, itu kan sudah kalian lihat semuanya," kata Egy dalam sesi bersama detikSport di Kantor FIFA di Jakarta, Kamis (22/10/2026).
"Jadi di belakang itu, kalau kalian mau tahu apa yang dirasakan pemain, bagaimana perlakuan mereka sebelum main, setelah main, ketika menang, kalah, dan lain-lain. Kalian akan melihat hal-hal itu. Jadi, rasa penasaran itu kalian juga harus tahu sih," ujarnya menambahkan.
Executive Producer "The Longest Wait", Sakti Parantea, juga mengajak suporter untuk merayakan perjalanan Timnas Indonesia melalui film tersebut.
Dokumenter ini akan memperlihatkan pengorbanan, nilai kepemimpinan, dan kebersamaan di dalam tim. Perjalanan Indonesia hingga putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 menjadi bagian penting dari sejarah sepakbola nasional, meski Skuad Garuda belum berhasil mencapai tujuan akhir.
Sakti menyebut perilisan film berdekatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi momen istimewa, terutama bagi generasi muda. "Karena kami mendapatkan privilege untuk rilis di hari Peringatan Sumpah Pemuda. Jadi ini merupakan hari yang spesial, film yang spesial, terutama untuk generasi muda," tutur Sakti.
Ia juga mengajak masyarakat datang ke bioskop bukan sekadar untuk menonton film, melainkan merayakan semangat kebangsaan.
"Datang lah ke bioskop, bukan hanya untuk menonton. Tetapi untuk selebrasi bahwa hari itu adalah hari Sumpah Pemuda. Dan juga perayaan bahwa kita ini adalah bangsa Indonesia yang mempunyai kebanggaan," ucapnya.
"Walaupun kita diterpa banyak kesulitan saat ini, semoga dengan menonton film ini, ada sedikit kebanggaan yang bisa kita dapatkan dan dibawa pulang ke rumah," katanya lagi.