Suara.com -Sejumlah klub sepak bola Eropa dan operator kompetisiLigue 1Prancis menyampaikan dukungan kepada masyarakat Indonesia di tengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan dan Sumatra.
Akun resmi Lille,Leeds United, dan Ligue 1 mengungkapkan keprihatinan terhadap masyarakat yang terdampak kebakaran serta kabut asap.
Klub asal Prancis, Lille yang dibela oleh pemainTimnas Indonesia,Calvin Verdonkmenyampaikan dukungan kepada Indonesia melalui akun resminya. Klub tersebut juga mengirimkan doa bagi masyarakat yang terdampak kebakaran di Kalimantan dan Sumatra.
“Kami bersama Indonesia. Pikiran dan doa kami menyertai semua orang yang terdampak kebakaran di Kalimantan dan Sumatra,” tulis Lille dalam unggahannya.
Pesan serupa disampaikan Leeds United. Klub 3 kali jawara Liga Inggris itu menuliskan, “Kami bersama Indonesia. Kalimantan dan Sumatra selalu dalam doa kami.”
Sementara itu, akun resmi Ligue 1 Prancis juga menyampaikan keprihatinan terhadap masyarakat yang terdampak kebakaran dan kabut asap di Indonesia.
“Hati dan doa kami menyertai mereka yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan di Kalimantan, Sumatra, dan wilayah lain di Indonesia. Kami bersama Indonesia,” tulis Ligue 1.
Pesan dari ketiga akun tersebut menunjukkan solidaritas terhadap masyarakat yang menghadapi dampak kebakaran.
Asap Karhutla Sampai Jakarta
Anggota Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI), Daryono, mengatakan secara meteorologis asap karhutla dari luar daerah, termasuk Kalimantan, berpotensi mencapai wilayah DKI Jakarta.
“Bagaimana asap karhutla bisa sampai Jakarta? Secara meteorologis pergerakan tersebut tetap mungkin terjadi, namun peluang serta jalur penyebarannya harus dibuktikan secara valid menggunakan data angin aktual,” kata Daryono.
Menurut dia, Indonesia sedang berada dalam periode angin timuran yang umumnya dominan selama musim kemarau.
Meski demikian, arah angin tidak selalu seragam karena dipengaruhi lokasi, ketinggian, waktu, serta kondisi atmosfer.
Karena itu, arah angin di Kalimantan belum tentu sama dengan arah angin di Laut Jawa maupun Jakarta.
Untuk memastikan apakah asap bergerak menuju ibu kota, diperlukan analisis terhadap kondisi angin aktual dan pola pergerakan atmosfer.
Daryono menambahkan, partikel PM2.5 yang berasal dari kebakaran hutan dan emisi kendaraan bermotor dapat dibedakan melalui analisis ilmiah.
Akan tetapi, alat pemantau PM2.5 konvensional tidak dapat langsung menentukan sumber pencemaran secara pasti ketika berbagai jenis polutan telah bercampur.