“Kami harus lebih menuntut”: Unai Emery peringatkan para bintang Aston Villa setelah Barcelona menyadarkan mereka akan kenyataan dan mengakhiri awal sempurna mereka di Liga Champions

“Kami harus lebih menuntut”: Unai Emery peringatkan para bintang Aston Villa setelah Barcelona menyadarkan mereka akan kenyataan dan mengakhiri awal sempurna mereka di Liga Champions

Unai Emery memperingatkan para pemain Aston Villa bahwa mereka harus menuntut lebih dari diri sendiri setelah Barcelona tanpa ampun mengakhiri awal kiprah mereka yang tak terkalahkan di Liga Champions. Gol pembuka Lamine Yamal, disusul dua gol Raphinha, membuat tim Liga Primer Inggris itu kalah 3-0

Unai Emery memperingatkan para pemain Aston Villa bahwa mereka harus menuntut lebih dari diri sendiri setelah Barcelona tanpa ampun mengakhiri awal kiprah mereka yang tak terkalahkan di Liga Champions. Gol pembuka Lamine Yamal, disusul dua gol Raphinha, membuat tim Liga Primer Inggris itu kalah 3-0 di Catalunya.

Aston Villa tiba di Spanyol dengan rekor sempurna di kompetisi Eropa, tetapi Barcelona yang tampil efektif segera membuat mereka tak berkutik. Sensasi remaja Yamal memanfaatkan kesalahpahaman di lini pertahanan saat laga baru berjalan tujuh menit. Joao Gomes yang ragu-ragu gagal mengatasi tekanan kuat Pedri setelah menerima operan dari Zion Suzuki.

Meski menciptakan sejumlah peluang, tim tamu kurang tajam di sepertiga akhir lapangan. Raphinha kemudian mencetak dua gol selepas jeda untuk memastikan kemenangan telak 3-0 sekaligus menghentikan rentetan tiga kemenangan Villa di kompetisi ini.

Emery menolak menyalahkan Gomes atas kesalahan di awal laga. Ia menegaskan bahwa membangun serangan dari belakang tetap menjadi prinsip taktik yang tidak bisa ditawar bagi skuadnya.

"Joao Gomes mengawali laga dengan kurang percaya diri saat menguasai bola, bukan hanya karena kesalahan yang ia buat, tetapi itu bagian dari gaya bermain kami, jadi saya tidak menyalahkannya," kata Emery. "Namun, kami membutuhkan pengalaman, jadi ini juga pengalaman yang bagus baginya di level tertinggi, menghadapi cara mereka menekan.

"Tekanannya begitu intens. Kami telah bekerja bersama selama lebih dari empat tahun dan pernah membuat kesalahan seperti itu sebelumnya. Kami akan selalu mengatasi kesalahan tersebut dan berkembang karena kami tahu gaya bermain ini berhasil. Kami harus menghadapi tantangan itu dan berkembang."

Pelatih asal Basque itu juga menyoroti kebutuhan mendesak untuk meningkatkan ketajaman di depan gawang. "Kami bersaing melawan tim-tim seperti Barcelona di Liga Primer, yang memiliki tim-tim di level ini. Namun, pertandingan ini berlangsung di negara lain, jadi ini ujian yang sangat bagus untuk melihat level yang ingin kami capai dan level tempat kami ingin bersaing," jelasnya. "Hari ini kami tidak mencapai level yang kami inginkan dalam ujian tersebut, tetapi kami mendapat banyak pelajaran dan para pemain memperoleh banyak pengalaman. Ini juga memberi saya bahan untuk dianalisis agar kami bisa bersaing di level ini, semoga dalam beberapa bulan ke depan.

"Secara keseluruhan, kami tampil sangat baik di Liga Champions dengan sembilan poin. Namun, seperti terlihat dalam pertandingan hari ini, kami masih harus bekerja untuk mencapai level ini. Meski pada beberapa kesempatan sepanjang laga kami mampu mengimbanginya dan nyaris mencetak gol, kami harus menuntut lebih dari diri sendiri dalam menuntaskan peluang. Skor 3-0 lebih besar daripada yang pantas kami alami, tetapi kami menerima kekalahan ini dan mendapat banyak bahan untuk dipelajari."

Menginjakkan kaki di lapangan Camp Nou mewujudkan impian masa kecil kapten John McGinn, yang sebelumnya hanya pernah berkunjung untuk mengikuti tur stadion. Namun, menghadapi raksasa Eropa yang tak kenal ampun ternyata menjadi pelajaran berat.

"Barcelona mengambil keputusan yang tepat pada saat yang tepat dan mencetak gol-gol yang sangat bagus," kata McGinn kepadaTNT Sports. "Pelatih berbicara tentang pentingnya tampil efektif pada momen-momen krusial dalam pertandingan. Saat datang ke sini, perebutan bola yang peluangnya berimbang terkadang tidak berpihak kepada Anda. Mereka juga menempatkan pemain di depan, jadi jika Anda kehilangan bola, mereka bisa langsung melancarkan serangan.

"Saya pikir kami bisa bersaing dengan tim-tim di level ini. Kami telah menunjukkannya, baik saat menghadapi Bayern Munich maupun PSG. Malam ini menjadi pelajaran besar bagi kami dan saya yakin pengalaman ini akan sangat berguna bagi kami di masa depan."

Villa harus segera bangkit saat kembali berlaga di kompetisi domestik melawan Manchester United. Tim asuhan Emery menghadapi lawatan berat ke Old Trafford untuk menantang Manchester United, yang tengah bersemangat setelah meraih kemenangan dramatis atas Roma lewat aksi bangkit di Liga Champions.

Kecintaannya pada sepakbola berakar dari Chelsea, tepatnya ketika ia terpesona oleh sosok Gianfranco Zola—bukan hanya karena magis di kakinya, tapi juga karena nama sang legenda yang menurutnya begitu renyah di telinga. Beberapa tahun kemudian, Piala Dunia 2002 memperkenalkannya pada Oliver Kahn, penjaga gawang yang menjadi jatuh cinta kedua Zaki pada sepakbola, sekalipun Jerman pulang dengan tangan kosong kala itu.

Momen paling membekas bagi Zaki terjadi jauh lebih dekat di mata: berdiri di tribun selatan Maguwoharjo,menjadi saksi ketika PSS Sleman mengangkat trofi Divisi Utama 2013. Euforia kemenangan itu berubah getir karena dualisme membuat Si Elang Jawa gagal promosi.

Bidang keahlian Zaki di GOAL Indonesia di antaranya:

XI Sepanjang Masa Zaki (4-2-3-1)

Oliver Kahn; Cafu, John Terry, Franz Beckenbauer, Paolo Maldini; Xavi Hernandez, Claude Makelele; Lionel Messi, Eric Cantona, Eden Hazard; Marco van Basten.