“Kami berada dalam situasi kelam!” Rasmus Hojlund terang-terangan menentang Massimiliano Allegri, krisis Napoli kian dalam setelah ambruk saat menghadapi Porto

“Kami berada dalam situasi kelam!” Rasmus Hojlund terang-terangan menentang Massimiliano Allegri, krisis Napoli kian dalam setelah ambruk saat menghadapi Porto

Rasmus Hojlund secara terbuka menyanggah Massimiliano Allegri setelah Napoli kalah telak dari Porto di Liga Champions pada Rabu malam. Penyerang asal Denmark itu menegaskan bahwa seluruh elemen klub harus bertanggung jawab atas performa buruk mereka dan menggambarkan situasi saat ini sebagai kondisi

Rasmus Hojlund secara terbuka menyanggah Massimiliano Allegri setelah Napoli kalah telak dari Porto di Liga Champions pada Rabu malam. Penyerang asal Denmark itu menegaskan bahwa seluruh elemen klub harus bertanggung jawab atas performa buruk mereka dan menggambarkan situasi saat ini sebagai kondisi yang sangat suram.

Awal musim Napoli yang buruk berlanjut pada Rabu malam ketika mereka menelan kekalahan 4-1 dari Porto di Liga Champions. Hasil itu membuat tim Italia tersebut baru mengumpulkan tiga poin dari empat laga pembuka mereka di kompetisi Eropa. Tim asuhan Allegri kini telah kalah tiga kali di kompetisi ini pada musim ini.

Di semua kompetisi, Napoli telah menelan tujuh kekalahan hanya dalam 14 pertandingan, sehingga tekanan mulai membayangi seluruh skuad. Kemunduran terbaru di Portugal itu menyingkap ketegangan di dalam tim. Hojlund secara terbuka tidak sependapat dengan penilaian pelatihnya seusai laga setelah Allegri menyebut penampilan timnya bagus selama 70 menit pertama.

Hojlund tidak seoptimistis pelatihnya saat berbicara kepada media seusai pertandingan. Pemain timnas Denmark itu menegaskan bahwa sekadar tampil cukup baik tidak lagi memadai bagi tim yang tengah kesulitan tersebut.

“Saya tidak setuju. Tentu saja, menurut saya ini bukan pertandingan yang buruk. Saya bisa sepakat soal itu, tetapi kami harus berhenti kebobolan gol-gol yang seharusnya bisa dihindari, dan kami harus mulai memenangkan pertandingan,” kata Hojlund kepadaAmazon Prime.

“Kami sudah kalah terlalu sering musim ini. Sulit untuk membicarakannya. Menurut saya, kami berada dalam situasi yang sangat sulit saat ini, dan kami harus bekerja keras.”

Penyerang Denmark itu tampak jelas terpukul setelah bermain penuh selama 90 menit. Ia mengaku kecewa sekaligus marah dengan situasi saat ini, meski sempat berjuang melawan sakit menjelang pertandingan. Alih-alih hanya menyalahkan para pemain di lapangan, Hojlund menuntut semua pihak di klub bertanggung jawab. Ia ingin setiap orang yang terkait dengan Napoli merenungkan kegagalan mereka belakangan ini.

“Mungkin karena saya sempat agak sakit, saya sekarang sedikit lelah setelah bermain 90 menit, tetapi kami harus bercermin,” tambah Hojlund. “Bukan hanya pemain, semua orang di klub sepakbola ini harus bertanggung jawab.”

Napoli harus segera bangkit demi menyelamatkan kiprah mereka yang tersendat musim ini. Allegri dan para pemainnya hanya punya sedikit waktu untuk meratapi kekecewaan terbaru di Liga Champions. Napoli akan menjamu Lazio di Serie A pada Minggu. Kemenangan sangat dibutuhkan untuk memperbaiki suasana suram di sekitar klub dan meredakan tekanan yang kian besar terhadap Allegri.

Ditulis olehYosua Arya

Mengawali karier sebagai penulis magang diGOAL Indonesiapadaawal 2021, Yosua kemudian diangkat menjadi jurnalis di tahun yang sama dan hingga kini konsisten menulis dengan fokus utama pada Real Madrid serta jagat La Liga Spanyol.

Lahir dan besar di Salatiga, kecintaan Yosua pada sepakbola berakar pada klub lokal, PSISa Salatiga serta PSIS Semarang. Namun, perjalanan cintanya tidak berhenti di sana. Aksi duo kidal Real Madrid, Raul Gonzalez dan Guti Hernandez, memperkenalkan Yosua pada dunia sepakbola Eropa dan menumbuhkan rasa kagum yang kemudian berkembang menjadi spesialisasi profesional.

Terjun meliput langsung Piala Dunia U-17 2023 di Indonesia menjadi salah satu pengalaman paling berkesan baginya. Di turnamen itu, Yosua berkesempatan bertemu sekaligus mewawancarai para wonderkid yang kini mulai bersinar di level elite: Marc Guiu, Franco Mastantuono hingga Claudio Echeverri.

Bidang keahlian Yosua di GOAL Indonesia di antaranya:

Mengulas dunia La Liga Spanyol, khususnya Real Madrid

Analisis preview pertandingan dengan pendekatan taktik dan naratif

Editorial sepakbola internasional

Penelusuran pemain muda dan perkembangan talenta global