Kiper Chelsea dan Argentina Emiliano Martinez yakin negaranya akan mengalahkan Spanyol jika final Piala Dunia yang baru-baru ini mereka jalani dimainkan ulang hari ini. Meski memuji para pemain Spanyol, kiper veteran itu tetap yakin skuad Lionel Scaloni saat ini lebih unggul setelah kekecewaan mereka di babak perpanjangan waktu.
Martinez mengenang kekalahan menyakitkan Argentina dalam final Piala Dunia saat menghadapi Spanyol. Tim Amerika Selatan itu kalah tipis setelah Torres mencetak satu-satunya gol dalam pertandingan tersebut pada babak tambahan.
Namun, kiper Chelsea itu tetap sangat yakin dengan tim nasionalnya. Pemain berusia 34 tahun tersebut menegaskan bahwa Argentina akan menang jika kedua tim kembali bertemu hari ini. Dalam sebuah wawancara, Martinez menyampaikan penilaian tegas mengenai perimbangan kekuatan sepakbola internasional saat ini. Ia yakin skuad asuhan Scaloni memiliki kualitas untuk membalikkan hasil pahit tersebut.
Martinez tak segan mengakui besarnya talenta dalam skuad Spanyol. Ia mengakui bahwa Luis de la Fuente telah membangun skuad tangguh yang mampu menghadapi lawan mana pun di panggung dunia. Meski menghormati mereka, sang kiper merasa Argentina lebih unggul saat ini. Ia mengungkapkan pandangannya dalam percakapan terbuka dengan jurnalisGaston Edul.
“Saya tahu para pemain tim nasional sepakbola Spanyol sangat bagus,” jelas Martinez. “Tapi, entahlah, saya dulu merasa dan sampai sekarang masih merasa bahwa kami akan mengalahkan mereka jika bermain sekarang.”
Pembicaraan kemudian beralih ke turnamen-turnamen sebelumnya dan kualitas lawan yang pernah dihadapi Argentina. Martinez berperan penting membantu negaranya menjuarai Piala Dunia 2022 di Qatar setelah adu penalti dramatis melawan Prancis.
Saat membandingkan dua kekuatan besar Eropa itu, sang kiper mengakui bahwa Prancis lebih membuatnya gentar. Ia menyebut keberhasilan mereka di turnamen sebelumnya dan kematangan skuad sebagai faktor utama.
“Prancis pada 2022 lebih membuat saya segan,” pungkas Martinez. “Saat itu mereka pernah menjadi juara dunia, memiliki usia yang jauh lebih baik dan lebih berpengalaman di final. Saya lebih segan menghadapi mereka.”
Martinez saat ini menepi setelah menjalani operasi akibat patah tulang rahang, cedera yang dialaminya saat Chelsea menang 2-0 atas Everton. Ia tetap fokus pada pemulihan agar bisa kembali ke skuad sesegera mungkin.
Mengawali karier sebagai penulis magang diGOAL Indonesiapadaawal 2021, Yosua kemudian diangkat menjadi jurnalis di tahun yang sama dan hingga kini konsisten menulis dengan fokus utama pada Real Madrid serta jagat La Liga Spanyol.
Lahir dan besar di Salatiga, kecintaan Yosua pada sepakbola berakar pada klub lokal, PSISa Salatiga serta PSIS Semarang. Namun, perjalanan cintanya tidak berhenti di sana. Aksi duo kidal Real Madrid, Raul Gonzalez dan Guti Hernandez, memperkenalkan Yosua pada dunia sepakbola Eropa dan menumbuhkan rasa kagum yang kemudian berkembang menjadi spesialisasi profesional.
Terjun meliput langsung Piala Dunia U-17 2023 di Indonesia menjadi salah satu pengalaman paling berkesan baginya. Di turnamen itu, Yosua berkesempatan bertemu sekaligus mewawancarai para wonderkid yang kini mulai bersinar di level elite: Marc Guiu, Franco Mastantuono hingga Claudio Echeverri.
Bidang keahlian Yosua di GOAL Indonesia di antaranya:
Mengulas dunia La Liga Spanyol, khususnya Real Madrid
Analisis preview pertandingan dengan pendekatan taktik dan naratif
Editorial sepakbola internasional
Penelusuran pemain muda dan perkembangan talenta global