Kai Havertz cetak sejarah! Bintang Arsenal pecahkan rekor ikon Manchester City dan jadi pencetak gol terbanyak asal Jerman sepanjang masa di Liga Primer Inggris

Kai Havertz cetak sejarah! Bintang Arsenal pecahkan rekor ikon Manchester City dan jadi pencetak gol terbanyak asal Jerman sepanjang masa di Liga Primer Inggris

Kai Havertz resmi mengukir namanya dalam sejarah Liga Primer Inggris setelah menjadi pemain Jerman paling produktif sepanjang sejarah kompetisi tersebut. Penyerang Arsenal itu mencapai tonggak tersebut dalam kemenangan bersejarah atas Liverpool di Anfield, sekaligus melampaui seorang legenda Manches

Kai Havertz resmi mengukir namanya dalam sejarah Liga Primer Inggris setelah menjadi pemain Jerman paling produktif sepanjang sejarah kompetisi tersebut. Penyerang Arsenal itu mencapai tonggak tersebut dalam kemenangan bersejarah atas Liverpool di Anfield, sekaligus melampaui seorang legenda Manchester City era modern.

Havertz mencapai tonggak tersebut hanya 16 menit setelah laga hari Minggu di Merseyside dimulai. Penyerang itu menyambar bola dari jarak dekat untuk memastikan kemenangan 1-0 bagi timnya sekaligus menambah koleksi golnya di Liga Primer Inggris menjadi 46.

Gol cepat itu membuatnya menyalip mantan gelandang Manchester City Ilkay Gundogan di puncak daftar pencetak gol asal Jerman. Itu merupakan gol ketiganya di liga musim ini dan gol ke-27-nya di semua kompetisi bersama Arsenal.

Gol tersebut juga punya arti besar bagi Arsenal. Aksi penentu Havertz secara resmi mengakhiri penantian menyakitkan Arsenal selama 14 tahun untuk meraih kemenangan liga di Anfield.

Gol kemenangan itu datang pada saat yang penting bagi Havertz secara pribadi. Sebelum mencetak gol pada hari Minggu, ia melewati sembilan pertandingan di semua kompetisi tanpa mencetak gol.

Itu merupakan paceklik gol terpanjangnya sejak mengalami rentetan serupa antara Oktober dan November 2023. Kala itu, ia juga mengakhirinya dengan cara yang mirip, yakni mencetak gol penentu dalam kemenangan tandang 1-0 atas Brentford.

Ia terbukti mampu menjadi penentu kemenangan bagi Arsenal musim ini. Gol tersebut sudah menjadi gol penentu kemenangan keduanya di Liga Primer Inggris musim ini, melampaui jumlah gol penentu kemenangan yang ia cetak sepanjang musim lalu.

Havertz membangun fondasi rekor golnya di London barat. Ia mencetak 19 gol liga selama membela Chelsea dari 2020 hingga 2023, periode yang diwarnai gol kemenangannya yang terkenal di final Liga Champions.

Bintang Arsenal itu kini berada di atas sejumlah pemain senegaranya yang ternama dalam daftar pencetak gol kompetisi domestik tersebut. Pascal Gross dari Brighton menempati posisi ketiga dengan 34 gol, tepat di depan mantan pengatur serangan di Emirates Mesut Ozil yang mengoleksi 33 gol.

Jurgen Klinsmann, sosok yang dicintai pendukung Tottenham, mengoleksi 29 gol, sementara Michael Ballack, yang pernah menjuarai liga bersama Chelsea, menutup kariernya di Inggris dengan 17 gol. Sementara itu, rekan setimnya di tim nasional, Florian Wirtz, yang tembakannya membentur tiang gawang pada hari Minggu, telah mencetak lima gol untuk Liverpool.

Mencetak gol ke gawang Liverpool selama ini bukan perkara mudah bagi Havertz. Ini baru gol keduanya dalam 12 penampilan sepanjang karier melawan Liverpool, dengan satu-satunya gol sebelumnya tercipta saat membela Chelsea pada Agustus 2021.

Dengan pencapaian baru di Liga Primer Inggris dan kepercayaan diri yang pulih di depan gawang, penyerang itu akan berupaya memanfaatkan momentum penting ini. Keberhasilannya mengakhiri paceklik gol pribadi sekaligus mematahkan kutukan panjang Arsenal di Anfield memastikan ia tetap menjadi sosok penting bagi klub ke depannya.

Kecintaannya pada sepakbola berakar dari Chelsea, tepatnya ketika ia terpesona oleh sosok Gianfranco Zola—bukan hanya karena magis di kakinya, tapi juga karena nama sang legenda yang menurutnya begitu renyah di telinga. Beberapa tahun kemudian, Piala Dunia 2002 memperkenalkannya pada Oliver Kahn, penjaga gawang yang menjadi jatuh cinta kedua Zaki pada sepakbola, sekalipun Jerman pulang dengan tangan kosong kala itu.

Momen paling membekas bagi Zaki terjadi jauh lebih dekat di mata: berdiri di tribun selatan Maguwoharjo,menjadi saksi ketika PSS Sleman mengangkat trofi Divisi Utama 2013. Euforia kemenangan itu berubah getir karena dualisme membuat Si Elang Jawa gagal promosi.

Bidang keahlian Zaki di GOAL Indonesia di antaranya:

XI Sepanjang Masa Zaki (4-2-3-1)

Oliver Kahn; Cafu, John Terry, Franz Beckenbauer, Paolo Maldini; Xavi Hernandez, Claude Makelele; Lionel Messi, Eric Cantona, Eden Hazard; Marco van Basten.