Kabar buruk bagi Liverpool terkait Ryan Gravenberch! Gelandang itu absen akibat cedera tumit saat Andoni Iraola mengumumkan skuad berisi 22 pemain untuk menghadapi Fenerbahce

Kabar buruk bagi Liverpool terkait Ryan Gravenberch! Gelandang itu absen akibat cedera tumit saat Andoni Iraola mengumumkan skuad berisi 22 pemain untuk menghadapi Fenerbahce

Liverpool kembali mendapat pukulan akibat cedera menjelang laga tandang di kompetisi Eropa setelah Ryan Gravenberch dipastikan absen dalam pertandingan Liga Champions mendatang melawan Fenerbahce. Gelandang asal Belanda itu tidak akan masuk rombongan yang bertolak ke Turki, sementara Liverpool berup

Liverpool kembali mendapat pukulan akibat cedera menjelang laga tandang di kompetisi Eropa setelah Ryan Gravenberch dipastikan absen dalam pertandingan Liga Champions mendatang melawan Fenerbahce. Gelandang asal Belanda itu tidak akan masuk rombongan yang bertolak ke Turki, sementara Liverpool berupaya mempertahankan performa apiknya di kompetisi Eropa.

Gravenberch dipastikan absen dalam lawatan ke Istanbul setelah mengalami cedera tumit yang membuatnya tidak bisa tampil pada pertandingan keempat. Mantan pemain Bayern Munich itu tidak akan terbang bersama rekan-rekan setimnya. Ia tetap berada di Merseyside untuk memulai proses pemulihan.

Klub mengonfirmasibahwa pemain berusia 24 tahun itu akan tetap berada di AXA Training Centre untuk menjalani perawatan khusus bersama tim medis. Dalam pernyataannya, klub menyebut: “Ryan Gravenberch dipastikan absen dari pertandingan Liverpool melawan Fenerbahce di Liga Champions. Cedera tumit membuat gelandang itu tidak masuk dalam skuad Liverpool yang berangkat untuk menghadapi tim Turki tersebut pada Rabu di Istanbul. Sebagai gantinya, ia akan tetap berada di AXA Training Centre untuk menjalani perawatan bersama tim medis klub.”

Gravenberch bukan satu-satunya pemain yang saat ini masuk daftar cedera di Anfield. Liverpool juga masih merasakan dampak absennya Jeremie Frimpong secara mendadak. Pemain timnas Belanda itu harus menepi setelah mengalami cedera otot beberapa saat setelah masuk sebagai pemain pengganti pada babak kedua melawan Brentford.

Situasi semakin sulit karena staf Liverpool juga masih harus menunggu pemulihan dua pemain bertahan yang cedera jangka panjang, Conor Bradley dan Giovanni Leoni. Bradley, pemain asal Irlandia Utara, masih menjalani proses berat untuk kembali bugar sepenuhnya setelah menjalani operasi besar pada lututnya. Sementara itu, bek muda Italia Leoni mengalami sejumlah hambatan dalam pemulihannya dari robekan kompleks pada ligamen krusiatum anterior (ACL). Kondisi tersebut membuat pilihan pemain Liverpool di lini belakang semakin terbatas.

Meski Gravenberch absen, Liverpool telah mengonfirmasi skuad berisi 22 pemain untuk lawatan ke Stadion Sukru Saracoglu. Rombongan itu mencakup sejumlah pemain senior penting seperti Alisson Becker, Virgil van Dijk, dan Alexis Mac Allister, serta beberapa pemain muda menjanjikan seperti Rio Ngumoha dan Jayden Danns. Skuad bertolak dari Bandara Liverpool John Lennon pada Selasa pagi untuk memulai persiapan akhir mereka di Turki.

Liverpool mengincar hasil penting di Istanbul untuk memperkuat posisi mereka di klasemen fase liga. Iraola harus menemukan keseimbangan yang tepat di lini tengah tanpa mobilitas Gravenberch, dengan Dominik Szoboszlai atau Wataru Endo berpotensi mendapat tanggung jawab lebih besar. Rombongan itu juga mencakup rekrutan musim panas Florian Wirtz, yang diharapkan menghadirkan kreativitas dalam atmosfer yang diperkirakan tidak bersahabat.

Fokus kini sepenuhnya beralih ke lapangan saat skuad bersiap untuk pertandingan pada Rabu. Tidak ada pemain yang sedang menjalani skorsing, sehingga pilihan taktik Iraola hanya ditentukan oleh kondisi kebugaran dan performa. Laga ini menjadi ujian penting bagi kedalaman skuad Liverpool, terutama menjelang padatnya jadwal pada musim dingin. Untuk saat ini, Liverpool harus membuktikan bahwa mereka mampu tampil di level tertinggi kompetisi Eropa tanpa salah satu pemain yang menunjukkan perkembangan paling pesat musim ini, sembari memburu tiga poin di kandang lawan.

Mengawali karir di dunia jurnalistik pada tahun 2000 dengan liputan utama di bidang hukum dan kriminal, politik, serta sosial masyarakat. Namun di tengah pekerjaan itu, selalu berusaha meliput kegiatan olahraga, terutama pertandingan sepakbola, cabang olahraga yang saya gemari dan mainkan sejak kanak-kanak.

Pada 2002 bergabung ke Harian Terbit dengan fokus liputan olahraga umum, sampai akhirnya hijrah ke Goal pada 2009 yang membuat kecintaan kepada sepakbola tersalurkan. Saya lebih difokuskan meliput kegiatan sepakbola nasional, dan menangani koresponden.

Hadirnya sejumlah pemain keturunan yang memperkuat timnas Indonesia dalam dua tahun terakhir membuat saya menaruh perhatian kepada mereka, terutama yang berkarir di luar negeri, memberikan penilaian terhadap kinerja pemain di klub masing-masing.

Bidang yang ditekuni:

Menganalisa dan meliput pertandingan Super League

Memberikan penilaian terhadap pemain abroad

Editorial dan artikel sepakbola nasional dan internaional

Momen tak terlupakan:

Meyaksikan pertandingan terakhir enam besar Persirakatan di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta ketika PSMS Medan melawan Persib Bandung dan Persebaya Surabaya menghadapi PSM Makassar pada 1986 saat masih kanak-kanak. Di samping merasa senang dengan atmosfer yang tercipta di stadion, ada perasaan takut juga, karena banyak benda yang dilempar dari atas.