Juan Cortes Kembali Tangani Persijap Jepara, Ini Targetnya

Juan Cortes Kembali Tangani Persijap Jepara, Ini Targetnya

Persijap Jepara kembali menunjuk Juan Cortes sebagai pelatih kepala usai berpisah dengan Mario Lemos. Klub menargetkan stabilitas tim pada musim 2026/2027.

Persijap Jepara kembali menunjuk Juan Cortes sebagai pelatih kepala usai berpisah dengan Mario Lemos. Klub menargetkan stabilitas tim pada musim 2026/2027.

Liputan6.com, Jepara -Persijap Jeparakembali menunjukJuan Cortessebagai pelatih kepala untuk lanjutanBRI Super League2026/2027 setelah berpisah dengan Mario Lemos. Manajemen menyebut keputusan ini diambil untuk mengisi kekosongan di kursi pelatih dan menstabilkan tim.

Cortes sebelumnya memulai musim sebagai pelatih kepala sebelum digeser menjadi Direktur Teknik. Klub menegaskan perubahan peran dilakukan agar arah kerja yang telah dibangun tetap berjalan.

"Kembalinya Juan Cortes ke posisi pelatih kepala menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan perjalanan Persijap di tengah kompetisi yang masih panjang," bunyi keterangan resmi manajemen Persijap.

Manajemen menilai perubahan status Juan dari Direktur Teknik menjadi pelatih kepala bukanlah awal baru, melainkan kelanjutan dari proses yang sudah berjalan.

Di tengah kompetisi yang terus bergulir, Laskar Kalinyamat memprioritaskan konsistensi, menjaga komunikasi antarelemen tim, dan memastikan fokus skuad tertuju pada kerja di lapangan.

Pelatih berusia 42 tahun itu dinilai memahami dinamika internal klub. Manajemen berharap ia mampu membangkitkan performa Sendri Johansyah dkk. yang masih berjuang di papan bawah.

"Dengan pemahamannya terhadap karakter pemain, dinamika internal, serta perkembangan tim, Juan diharapkan mampu menjaga soliditas skuad dan memastikan seluruh elemen tim tetap fokus menghadapi pertandingan demi pertandingan," tulis keterangan tersebut.

Musim ini, Persijap mencatat sejumlah hasil negatif. Terbaru, mereka menelan enam kekalahan beruntun setelah ditaklukkan Dewa United dua gol tanpa balas.

Dari enam laga, Persijap menjadi tim dengan jumlah kebobolan tertinggi, yakni 14 gol, dan memiliki produktivitas terendah karena baru mencetak dua gol.

Ujian berikutnya datang pada pekan ketujuh saat menjamu Java United FC di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK), Jepara, Sabtu (24/10/2026) malam WIB.

Ikuti berita bola terbaru diSport Liputan6

Tempat Menonton dan Link Live Streaming Liga Europa: Juventus vs Rennes, Bournemouth vs Milan