Jose Mourinho ejek suporter Racing Santander usai Real Madrid menang 3-0: “Mereka tidak tahu aturannya!”

Jose Mourinho ejek suporter Racing Santander usai Real Madrid menang 3-0: “Mereka tidak tahu aturannya!”

Jose Mourinho kembali menunjukkan sisi provokatifnya setelah Real Madrid meraih kemenangan efektif 3-0 atas Racing Santander pada Minggu sore. Meski menghadapi atmosfer yang tidak bersahabat, pelatih asal Portugal itu memanfaatkan kesempatan untuk mengejek suporter tuan rumah karena kurang memahami

Jose Mourinho kembali menunjukkan sisi provokatifnya setelah Real Madrid meraih kemenangan efektif 3-0 atas Racing Santander pada Minggu sore. Meski menghadapi atmosfer yang tidak bersahabat, pelatih asal Portugal itu memanfaatkan kesempatan untuk mengejek suporter tuan rumah karena kurang memahami peraturan sepakbola.

Real Madrid meraih tiga poin penting dalam laga tandang, tetapi pernyataan khas Mourinho seusai pertandingan justru mendominasi pemberitaan. Mantan pelatih Chelsea dan Inter itu sama sekali tidak gentar menghadapi atmosfer di Estadio El Sardinero. Dalam konferensi pers seusai laga, ia justru mengkritik protes lantang suporter tuan rumah.

“Saya menyukai stadion ini dan saya menyukai suporter Racing. Mereka tidak datang untuk menyaksikan pertunjukan atau menonton film. Mereka datang untuk terlibat dalam pertandingan dan membuat segalanya sangat sulit bagi lawan,” jelas Mourinho. Namun, nada bicaranya berubah ketika menyinggung siulan yang terus terdengar dari tribune. “Mereka memprotes setiap keputusan wasit, terutama karena mereka tidak memahami aturan dengan baik. Dan tentu saja, saya mengerti, karena aturannya begitu sering berubah,” tambahnya dengan nada sangat ironis.

Ketegangan di stadion memuncak ketika Racing Santander mengira mereka mendapat peluang untuk kembali ke pertandingan lewat titik penalti. Namun, setelah peninjauan VAR, keputusan itu akhirnya dibatalkan dan memicu kemarahan suporter tuan rumah.

Komentar Mourinho banyak berfokus pada penalti yang dibatalkan tersebut. Menurutnya, itu merupakan contoh jelas bahwa teknologi bekerja tepat sebagaimana mestinya. Pelatih asal Portugal itu bersikukuh bahwa, berdasarkan aturan yang berlaku, tim tuan rumah memang tidak berhak mendapat penalti.

“Mereka memprotes penalti yang dibatalkan itu, padahal sudah jelas aturan menyatakan bahwa itu bukan penalti. Hal itu sangat jelas, asalkan VAR tidak tertidur. Dan untungnya, VAR terjaga. Wasit tampil sangat baik,” lanjut Mourinho.

Di lapangan, jalannya pertandingan jauh lebih mudah dipahami karena kualitas para bintang Real Madrid akhirnya terlalu tangguh bagi tuan rumah. Kylian Mbappe melanjutkan rekor luar biasanya di sepakbola Spanyol dengan mempertahankan catatan selalu mencetak gol ke gawang setiap lawan yang pernah dihadapinya di La Liga, sementara Jude Bellingham, yang menjadi pemain Inggris pertama dalam sejarah yang mencetak 50 gol untuk klub tersebut, serta Yan Diomande membuat skor kemenangan semakin meyakinkan.

Hasil ini penting bagi Real Madrid untuk terus menekan para pesaingnya dalam perebutan gelar. Mereka kini menempati peringkat ketiga klasemen La Liga dengan 27 poin, hanya terpaut satu poin dari Atletico Madrid di posisi kedua dan tiga poin dari pemuncak klasemen Barcelona.

Real Madrid kini mengalihkan perhatian ke laga Liga Champions melawan AEK Athens pada Rabu, sebelum menghadapi Valencia pada Sabtu dalam pertandingan terakhir mereka sebelum jeda internasional.