Jonatan Christie, Sebelum dan Sesudah Tinggalkan Pelatnas PBSI

Jonatan Christie, Sebelum dan Sesudah Tinggalkan Pelatnas PBSI

Jonatan Christie meninggalkan pelatnas PBSI pada Mei 2025.

Jonatan Christie meninggalkan pelatnas PBSI pada Mei 2025.

Liputan6.com, Jakarta -Jonathan Christie meninggalkan pemusatan latihan nasional (pelatnas) PBSI pada 15 Mei 2025. Hampir satu setengah tahun setelah mengambil keputusan tersebut, atletbulu tangkisIndonesia itu masih berjalan kuat menjalani kariernya.

Jojo, sapaan akrabnya, mengungkapkan alasan di balik manuver penting tahun lalu. Bergabung dengan pelatnas PBSI sejak 2012 atau saat masih 15 tahun, dia merasa harus membuka babak baru usai mempertimbangkan banyak alasan.

Faktor utama adalah kedekatan dengan keluarga. Jojo merasa bakal memiliki lebih banyak waktu untuk istri dan anak jika latihan mandiri.

"Saat di luar pelatnas, saya bisa menyusun program latihan sendiri. Bukan berarti sesi latihan jadi lebih ringan dari di pelatnas, malah bisa jadi lebih berat. Tetapi dari segi jarak, saya bisa lebih dekat berlatih di Tangkas, karena saya ada rumah di Palmerah," kata Jonatan kala itu.

Jonatan merebut tujuh gelar turnamen BWF World Tour selama jadi bagian PBSI. Pada ajang multievent, dia membawa pulang medali emas SEA Games 2017 dan Asian Games 2018. Ia juga turut membantu Indonesia menjuarai Piala Thomas 2020.

Namun, Jonatan juga kehilangan akses melalui keputusan ini. Dia tidak bisa reguler berlatih dengan pemain-pemain terbaik di dalam negeri, serta mendapat masukan dari pelatih top yang dimiliki PBSI. Lalu, apakah hal itu berpengaruh negatif terhadap performanya?

Jojo menempati peringkat lima BWF ketika meninggalkan pelatnas. Saat ini dia menduduki urutan enam. Meski begitu, Jojo sempat menduduki peringkat teratas pada periode 24 Agustus-23 September 2026.

Jonatan juga sukses menjuarai Korea Open (Super 500), Denmark Open (Super 750), dan Hylo Open (Super 500), seluruhnya pada 2025. Artinya, 30 persen dari gelar BWF World Tour yang dikoleksinya dipetik sebagai pemain independen dan dalam kurun lebih singkat.

Tapi, tahun ini Jojo belum pernah merebut gelar. Kinerjanya belakangan turut mengecewakan. Setelah hanya mencapai babak 16 besar pada tiga turnamen BWF beruntun yakni Kejuaraan Dunia, China Masters, dan Denmark Open, dia langsung kandas di babak pertama French Open.

Pada Asian Games 2026, Jojo sama sekali gagal menyumbang poin di nomor beregu melawan India, Thailand, dan China walau Indonesia merebut emas. Sementara di kategori individu, sosok berusia 29 tahun itu kandas di perempat final.

Di bulu tangkis, tidak banyak pemain Asia yang menempuh jalur profesional. Hasilnya pun beragam.

Lee Zii Jia pergi dari Pelatnas Malaysia pada awal 2022 dengan posisi sebagai pemain 10 besar. Dia setelahnya mampu menjuarai beberapa turnamen dan merebut medali perunggu Olimpiade Paris 2024.

Sayang malang menimpanya pada Kejuaraan Dunia 2025. Lee Zii Jia terkena cedera serius dan kehilangan akses perawatan. Hingga kini masalah fisik masih kerap menghantui dan dia terlempar ke peringkat 42 dunia.

Masih dari Malaysia, ganda putra Goh Sze Fei/Nur Izzuddin meninggalkan pelatnas pada 2024. Mereka lalu tancap gas dan menjuarai enam turnamen BWF World Tour, termasuk Indonesia Open 2026.

Ikuti berita bola terbaru diSport Liputan6

Dilema Besar Jose Mourinho Jelang El Clasico