Jejak Karier Ikonik Lionel Messi di Tengah Sinyal Pensiun Usai Kehilangan Sang Ayah

Jejak Karier Ikonik Lionel Messi di Tengah Sinyal Pensiun Usai Kehilangan Sang Ayah

KOMPAS.com -Pemain Inter Miami, Lionel Messi, tengah berada di persimpangan jalan terkait kelanjutan kariernya di lapangan hijau menyusul kepergian sang ayah, Jorge Messi.

KOMPAS.com -Pemain Inter Miami, Lionel Messi, tengah berada di persimpangan jalan terkait kelanjutan kariernya di lapangan hijau menyusul kepergian sang ayah, Jorge Messi.

Kehilangan sosok ayah yang sangat dicintainya tersebut tampaknya memberikan dampak emosional yang mendalam bagiLionel Messi.

Saat ini, Lionel Messi masih berstatus sebagai pemain aktif dan terikat kontrak profesional dengan klubMajor League Soccer(MLS),Inter Miami, hingga tahun 2028.

Namun, di balik ikatan kerja tersebut, sebuah pesan menyentuh untuk mendiangJorge Messijustru memunculkan spekulasi kuat bahwa ia sedang mempertimbangkan untuk gantung sepatu.

Dalam sebuah ungkapan duka yang emosional, Messi melontarkan pernyataan yang mengisyaratkan keraguannya untuk merumput kembali.

"Saya tidak tahu bagaimana melanjutkan," ungkap Lionel Messi dikutip dariBBC Sport, Kamis (13/8/2026).

Baca juga:Messi Merumput Lagi Usai Berduka, Inter Miami Angkat Kaki dari Leagues Cup 2026

"Dulu saya hanya bermain sepak bola, dan sekarang saya benar-benar tidak yakin apakah saya akan terus melakukannya lebih lama lagi."

Sepanjang perjalanannya di dunia kulit bundar, La Pulga telah mencatatkan rekor luar biasa dengan torehan total 921 gol saat membelaBarcelona,Paris Saint-Germain(PSG), Inter Miami, dan TimnasArgentina.

Melansir dariBBC Sport, berikut sederet momen bersejarah yang mengukir namanya sebagai legenda:

Kehebatan sang legenda mulai mencuri perhatian dunia saat ia mencetak hat-trick perdananya di panggung besar El Clasico.

Di usia yang baru menginjak 19 tahun, ia memborong tiga gol untuk Barcelona saat menahan imbang musuh bebuyutan mereka,Real Madrid, dengan skor 3-3 pada 10 Maret 2007.

Laga di Camp Nou tersebut ditutup dengan sebuah gol dramatis di menit akhir setelah ia berhasil melewati adangan barisan pertahanan lawan, yang sekaligus melambungkan namanya di kancah sepak bola global.

Baca juga:Cristiano Ronaldo: Peluk Erat untuk Lionel Messi

Hanya berselang sebulan setelah trigol tersebut, ia kembali melakukan aksi fenomenal yang selalu dikenang.

Pada 18 April 2007, saat menaklukkan Getafe 5-2 di semifinal Copa del Rey, ia mencetak gol luar biasa yang memiliki kemiripan identik dengan aksi magis Diego Maradona (tanpa gol tangan tuhan) ke gawang Inggris pada 1986.