Jakarta Siapkan Rp 166 Miliar untuk Poles Venue PON 2028

Jakarta Siapkan Rp 166 Miliar untuk Poles Venue PON 2028

KOMPAS.com -Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan kesiapannya menjadi daerah penyangga penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028.

KOMPAS.com -Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan kesiapannya menjadi daerah penyangga penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028.

PON XXII 2028 akan dipusatkan di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) dan DKI Jakarta berperan sebagai tuan rumah penyangga.

Jakarta pun serius untuk menyukseskanPON 2028. Selain menyediakan arena pertandingan, Jakarta juga menyiapkan infrastruktur, sistem transportasi terintegrasi, hingga anggaran sebesar Rp166 miliar untuk menyempurnakan berbagai venue agar memenuhi standar penyelenggaraan olahraga nasional.

Komitmen tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta,Andri Yansyah, dalam diskusi bertajuk Optimalisasi Jakarta sebagai Kota Penyangga PON 2028 NTB-NTT yang digelar Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Jaya bersamaKONI DKI Jakartadi Gedung KONI DKI Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Menurut Andri, penunjukan Jakarta sebagai daerah penyangga melalui Keputusan Menteri Nomor 129 Tahun 2024 merupakan langkah strategis pemerintah untuk memastikan penyelenggaraan PON berlangsung efektif di tengah tantangan pembiayaan.

Baca juga:Legenda Bulu Tangkis Indonesia Bersama Lin Dan Gelar Laga Amal Dukung Sesama Atlet

Jakarta dinilai memenuhi seluruh prasyarat yang dibutuhkan untuk menggelar pesta olahraga nasional ke-22 ini mengingat pengalamannya menjadi tuan rumah berbagai ajang internasional.

Jakarta memiliki modal besar berupa jaringan fasilitas olahraga yang lengkap. Selain sekitar 36 venue milik pemerintah pusat, Ibu kota juga mempunyai lebih dari 220 fasilitas olahraga milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang didukung berbagai venue swasta.

Keunggulan itu diperkuat dengan sistem transportasi publik yang saling terhubung, mulai dari MRT Jakarta, LRT Jakarta hingga TransJakarta, sehingga mobilitas atlet, ofisial, dan penonton diyakini akan berlangsung lebih efisien.

Contoh nyata telah diperlihatkan Jakarta ketika menjadi tuan rumah Asian Games 2018 dengan menghadirkan penyelenggaraan danvenueinternasional yang ditunjang dengan akses transportasi yang memadai.

Tak hanya itu, Andri optimistis penyelenggaraan PON di Jakarta akan memberikan efek berganda bagi perekonomian.

Baca juga:Pengamat Soroti Kedalaman Timnas Indonesia, Pelapis Dinilai Belum Selevel dengan Starter

Seperti event Jakarta International Marathon (JAKIM) yang hanya berlangsung selama dua hari tetapi mampu menghasilkan perputaran ekonomi hingga sekitar Rp694,3 miliar.

"Jika kegiatan dua hari saja mampu menghasilkan dampak ekonomi sebesar itu, maka PON yang berlangsung sekitar dua pekan tentu akan memberikan multiplier effect yang jauh lebih besar bagi sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga UMKM," kata Andri dalam keterangan resminya, Sabtu (1/8/2026).

Selain dari fasilitas, Andri juga menegaskan bahwa PON merupakan pentas tertinggi bagi setiap atlet daerah sehingga atlet harus memeroleh kesempatan yang sama membela Jakarta dengan pertimbangan prestasi.

"PON adalah puncak perjalanan seorang atlet. Mereka telah mengorbankan waktu, tenaga, dan masa muda untuk berlatih," kata Andri.

"Karena itu, siapa pun yang memiliki kualitas terbaik harus mendapat kesempatan yang sama untuk bertanding dan mengharumkan nama DKI Jakarta," tambahnya.

Baca juga:Unai Emery dan Tyrone Mings Terkesan dengan Sambutan Hangat Indonesia