Jakarta Dibagi Dua Wilayah untuk Perluas Pembinaan Sepak Bola Putri

Jakarta Dibagi Dua Wilayah untuk Perluas Pembinaan Sepak Bola Putri

MLSC seri Jakarta dibagi menjadi dua wilayah karena banyaknya bakat di ibukota. Diharapkan menjangkau lebih banyak siswi SD/MI.

MLSC seri Jakarta dibagi menjadi dua wilayah karena banyaknya bakat di ibukota. Diharapkan menjangkau lebih banyak siswi SD/MI.

Liputan6.com,Jakarta-Pembinaansepak bola putriusia dini di Ibu Kota terus diperluas. Salah satu langkah yang dilakukan adalah membagi penyelenggaraanMilkLife Soccer Challenge(MLSC) di Jakarta menjadi dua wilayah, yakni regional Jakarta Raya dan Jakarta Jaya, demi menjangkau lebih banyak siswi sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI).

Kebijakan tersebut menjadi salah satu sorotan dalam gelaran perdana MLSC Jakarta Jaya Seri 1 2026–2027 yang berlangsung di Jakarta International Stadium (JIS), Minggu (25/10/2026).

Regional Jakarta Raya diperuntukkan bagi peserta dari Jakarta Timur dan sekitarnya. Sementara itu, regional Jakarta Jaya menjangkau Jakarta Utara serta daerah-daerah penyangganya.

Program Director MLSC, Teddy Tjahjono, mengatakan pembagian wilayah tersebut dilakukan untuk mengakomodasi luasnya wilayah Jakarta dan besarnya populasi siswi SD serta MI yang memiliki minat terhadap sepak bola.

"Kami mendapat masukan dari tim Gubernur DKI Jakarta, bahwa Jakarta ini kan luas dan populasi siswi SD dan MI-nya juga cukup banyak. Jadi, kami membagi ke dua wilayah, yakni regional Jakarta Raya untuk wilayah Jakarta Timur dan sekitarnya serta regional Jakarta Jaya untuk wilayah Jakarta Utara serta daerah-daerah penyangganya," ujar Teddy.

Melalui pembagian tersebut, penyelenggara berharap kesempatan untuk mengikuti kompetisi sepak bola putri semakin terbuka bagi anak-anak di berbagai wilayah Ibu Kota.

"Dengan demikian, kami berharap sepak bola putri di level usia dini dapat bertumbuh secara baik dan merata di Ibu Kota," lanjutnya.

Penyelenggaraan perdana MLSC Jakarta Jaya Seri 1 2026–2027 mendapat sambutan positif. Sebanyak 1.600 siswi dari 112 SD dan MI ambil bagian dalam turnamen yang diinisiasi Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife tersebut.

Para peserta terbagi dalam 32 tim kelompok umur (KU) 10 dan 111 tim KU 12. Tingginya jumlah peserta menunjukkan besarnya antusiasme anak-anak terhadap sepak bola putri.

Menariknya, sekitar 60 persen peserta atau 67 tim merupakan pendatang baru yang belum pernah mengikuti MLSC sebelumnya.

Menurut Teddy, angka tersebut menjadi indikator bahwa penyelenggaraan di regional Jakarta Jaya mampu menjangkau kelompok peserta yang lebih luas.

Ikuti berita bola terbaru diSport Liputan6

"Kami berharap jumlah ini semakin meningkat pada gelaran MLSC di Jakarta Jaya edisi-edisi selanjutnya," katanya. Tak hanya dari sisi kuantitas, Teddy juga melihat perkembangan positif dari kualitas permainan para peserta. Sekolah yang sudah berpengalaman mengikuti turnamen dinilai memiliki kualitas permainan lebih matang. Namun, tim-tim pendatang baru juga menunjukkan semangat juang dan potensi yang menjanjikan. Ia menilai konsistensi pembinaan menjadi faktor penting agar para pemain muda dapat berkembang, baik dari sisi teknik maupun mental bertanding. Dengan dukungan dan komitmen jangka panjang, kompetisi ini diharapkan menjadi salah satu wadah untuk melahirkan pesepak bola putri potensial yang mampu bersaing di tingkat nasional pada masa mendatang.