“Itu penistaan!” Joe Cole sebut kritik Bruno Fernandes terhadap taktik Michael Carrick “sama sekali tidak dapat diterima” setelah Manchester United kalah dari Como di Liga Champions

“Itu penistaan!” Joe Cole sebut kritik Bruno Fernandes terhadap taktik Michael Carrick “sama sekali tidak dapat diterima” setelah Manchester United kalah dari Como di Liga Champions

Mantan pemain timnas Inggris Joe Cole melontarkan kritik pedas terhadap Bruno Fernandes karena secara terbuka mempertanyakan taktik Michael Carrick setelah kekalahan telak Manchester United. Pengamat yang blak-blakan itu mengecam kapten Manchester United tersebut karena merongrong otoritas pelatihny

Mantan pemain timnas Inggris Joe Cole melontarkan kritik pedas terhadap Bruno Fernandes karena secara terbuka mempertanyakan taktik Michael Carrick setelah kekalahan telak Manchester United. Pengamat yang blak-blakan itu mengecam kapten Manchester United tersebut karena merongrong otoritas pelatihnya dalam siaran langsung televisi setelah menyalahkan staf pelatih atas penampilan tim yang pasif.

Cole terkejut setelah Fernandes secara terbuka mempertanyakan rencana permainan Carrick menyusul kekalahan telak pada Rabu di Italia utara. Tim Serie A asuhan Cesc Fabregas menguasai 55 persen bola dan dengan mudah membongkar permainan tamunya dari Premier League. Kontroversi ini muncul sepekan setelah bek Lisandro Martinez mengkritik jajaran petinggi Old Trafford yang menangani perekrutan pemain menyusul kekalahan 2-0 di markas Atletico Madrid.

Kegagalan United mengganggu ritme permainan Como membuat Carrick mendapat sorotan tajam. Namun, penilaian sang kapten di televisi menuai kecaman yang lebih keras di studio. Berbicara kepadaTNT Sportsseusai pertandingan, mantan gelandang Inggris Cole mengecam pernyataan itu: [Dia] jelas-jelas mempertanyakan taktik. Tidak penting apakah dia benar melakukannya atau tidak. Itu pelanggaran berat.

"Saya pernah bermain di bawah manajer yang taktiknya tidak saya setujui. Anda mungkin mengatakannya kepada teman atau istri Anda, tetapi sebagai kapten klub, Anda tidak boleh tampil di depan publik dan mempertanyakan manajer. Dia bahkan tidak menyampaikannya dengan tegas. Kalau memang mau bicara di depan publik, beranilah dan katakan terus terang.

"Dia kurang lebih berkata, 'kami bisa saja bermain seperti ini, tetapi keputusan ada pada manajer'. Dia mungkin merasa dirinya cerdik, [seolah berkata] 'yah, saya tidak benar-benar mengatakannya, Bos'. Anda sudah mengatakan apa yang Anda katakan. Anda merasa taktik mereka keliru. Anda boleh berpikir begitu, tidak masalah. Besok Anda bisa masuk ke kantor manajer dan berkata, 'Menurut saya Anda keliru, Bos'. Bicarakan secara langsung."

Membandingkan kurangnya disiplin di Old Trafford saat ini dengan masa keemasan klub, Cole melanjutkan: "Tampil di hadapan publik sebagai kapten klub sepakbola lalu mempertanyakan manajer sungguh tidak dapat diterima. Bruno benar-benar keliru. Jika Anda kapten Manchester United, Anda tidak boleh tampil di depan publik dan mempertanyakan taktik. Hal seperti itu tidak akan terjadi di bawah Sir Alex Ferguson."

Kehebohan itu muncul setelah United membiarkan tuan rumah asal Italia mendikte permainan sepanjang laga yang berjalan berat sebelah, sehingga kapten tim tamu menyalahkan instruksi konservatif dari staf pelatihnya.

Berbicara kepadaTNT Sportssetelah peluit akhir, Fernandes mengatakan: "Keputusan untuk tidak melakukan pressing satu lawan satu datang dari staf pelatih. Namun, terkadang ketika Anda terlalu banyak membiarkan tim seperti ini menguasai bola, kepercayaan diri mereka tumbuh. Mereka menempatkan begitu banyak pemain di belakang bola sehingga Anda harus banyak berlari dan para pemain menjadi frustrasi."

Ketika ditanya apakah pendekatan taktis itu keliru, ia melanjutkan: "Manajer dan staflah yang harus menilainya, bukan saya. Saya hanya mengatakan bahwa menurut saya terkadang kami harus lebih berani saat berada di bawah tekanan, mengambil risiko untuk melakukan pressing tinggi dan membuat mereka tidak nyaman."

Pernyataannya muncul setelah Martinez menuntut "lebih banyak dari direktur teknik kami" terkait transfer musim panas di Madrid. Bek asal Argentina itu kemudian mengeluarkan pernyataan yang berbunyi: "Rasa frustrasi akibat kekalahan membuat saya mengungkapkan perasaan saya pada waktu dan tempat yang mungkin tidak tepat, dan untuk itu saya ingin meminta maaf."

Carrick harus segera memulihkan kewibawaannya di ruang ganti yang terpecah setelah dua kekalahan beruntun di kompetisi Eropa memperlihatkan kelemahan taktis sekaligus meningkatnya pembangkangan pemain. Dengan para pemain senior secara terbuka mempertanyakan petinggi klub dan staf pelatih dalam kurun sepekan, sang manajer yang tengah tertekan menghadapi rangkaian laga domestik penentu untuk menyelamatkan pekerjaannya. Cara Carrick menangani kaptennya yang blak-blakan menjelang laga Premier League akhir pekan bisa menentukan masa jabatannya.

Pandit Man United di GOAL ID sejak 2013dan pengalamannya membentang dari ESPN Star Sports, Fox Sports hingga FIFA. Sesekali terjun ke lapangan mencatat live score pertandingan Indonesia Super League - yang datanya tampil real time di Google Live Feed dan banyak platform.

Lahir di Yogyakarta,PSIM adalah cinta pertama Adhe. Uniknya, takdir profesional justru membawanya meliput rival PSS selama bertahun-tahun. Kini, lingkaran itu terasa lengkap. Adhe berkesempatan kembali ke akar dan meliput tim masa kecilnya di kasta tertinggi.

Kenangan sepak bola favorit Adhe adalah meliput langsung pertandingan Indonesia melawan Belandadi GBK pada 2013, juga secara random bertemu Radja Nainggolan di tribun Stadion Sultan Agung, Bantul saat eks Inter tersebut bermain untuk Bhayangkara FC.

Bidang keahlian Adhe setelah belasan tahun dan ribuan pertandingan di sepak bola:

XI Sepanjang Masa Adhe (4-1-2-3)

Edwin van der Sar; Dani Alves, Paolo Maldini, Nemanja Vidic, Roberto Carlos; Roy Keane; Xavi, Paul Scholes; Lionel Messi, Ruud van Nistelrooy, Cristiano Ronaldo.