I.League berencana mempercepat jadwal Super League 2026/2027 agar rampung pada Mei.
Penyesuaian dilakukan setelah AFC resmi menunda Piala Asia 2027 akibat konflik Timur Tengah.
Operator liga tetap memprioritaskan waktu pemulihan bagi klub yang berlaga di level Asia.
Suara.com -PenundaanPiala Asia 2027oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) membawa dampak terhadap kalender kompetisi sepak bola Indonesia. I.League kini berpeluang mempercepat kembali jadwalSuper League2026/2027 agar kompetisi bisa rampung sesuai rencana awal pada Mei 2027.
Direktur Utama I.League Ferry Paulus, mengonfirmasi bahwa pihaknya akan melakukan penyesuaian jadwal menyusul keputusan AFC tersebut.
Operator kompetisi berencana memadatkan pertandingan yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung hingga Februari 2027 dan seterusnya.
"Ya buat liga tentunya kami akan berupaya untuk bisa memadatkan atau menarik pertandingan-pertandingan yang kita extend ke bulan Februari dan seterusnya menjadi seperti apa yang dilakukan tahun-tahun sebelumnya. Dengan begitu, berakhirnya kompetisi di semua strata liga ini akan berakhir di bulan Mei," kata Ferry kepada awak media.
Sebelumnya, AFC resmi mengundur penyelenggaraan Piala Asia 2027 di Arab Saudi.
Turnamen yang semula dijadwalkan berlangsung pada Januari-Februari 2027 itu kini dipindahkan ke Desember 2027 hingga Januari 2028.
Keputusan tersebut diambil menyusul situasi konflik di kawasan Timur Tengah yang berdampak terhadap Arab Saudi sebagai tuan rumah.
Perubahan kalender sepak bola internasional itu membuat PT LIB memiliki ruang untuk mengatur ulang jadwal kompetisi domestik.
Sebab, jeda panjang yang sebelumnya disiapkan untuk mengakomodasi agenda Timnas Indonesia kini tidak lagi diperlukan dalam periode tersebut.
Sebelum Piala Asia 2027 ditunda, lanjutan pekan ke-18 Super League 2026/2027 direncanakan baru bergulir pada 7 Februari 2027.
Jadwal tersebut disusun untuk menyesuaikan partai final Piala Asia yang semula dijadwalkan berlangsung pada 5 Februari 2027.
Dampaknya, penyelesaian kompetisi berpotensi mundur hingga Juni 2027. Namun, setelah keputusan AFC, PT LIB kini berpeluang mengembalikan jadwal akhir kompetisi ke bulan Mei.
Meski demikian, Ferry menegaskan bahwa percepatan jadwal tidak akan mengabaikan waktu istirahat dan pemulihan pemain.
PT LIB tetap harus mempertimbangkan kondisi klub-klub yang juga memiliki agenda di kompetisi antarklub Asia dan kawasan.
Di antaranya Persib Bandung dan Borneo FC yang tengah berjuang di AFC Champions League 2 serta ASEAN Club Championship atau Shopee Cup.
"Yang jauh lebih penting tentunya recovery rest-nya tim, ya, semua tim ya, akan lebih baik, terutama yang akan berkompetisi di AFC ataupun di Shopee Cup," pungkasnya.