“Ia pantas mendapat salam perpisahan”: Pedri menyerukan penghormatan untuk Lionel Messi dan mengaku mendukung Argentina karena ikon Barcelona itu

“Ia pantas mendapat salam perpisahan”: Pedri menyerukan penghormatan untuk Lionel Messi dan mengaku mendukung Argentina karena ikon Barcelona itu

Gelandang Barcelona, Pedri, menyebut Lionel Messi sebagai pemain terhebat sepanjang sejarah dan menyerukan agar pemain Argentina itu mendapat acara perpisahan yang layak. Pemain timnas Spanyol tersebut juga mengungkapkan dukungannya yang tak terduga terhadap sebuah klub Amerika Selatan karena kekagu

Gelandang Barcelona, Pedri, menyebut Lionel Messi sebagai pemain terhebat sepanjang sejarah dan menyerukan agar pemain Argentina itu mendapat acara perpisahan yang layak. Pemain timnas Spanyol tersebut juga mengungkapkan dukungannya yang tak terduga terhadap sebuah klub Amerika Selatan karena kekagumannya sejak kecil kepada sang penyerang.

Pedri menyebut Messi sebagai pemain terhebat yang tak terbantahkan dalam sejarah sepak bola. Pemain tim nasional Spanyol yang tetap menjadi sosok penting bagi klub di bawah asuhan Hansi Flick itu menembus tim utama tak lama sebelum Messi hengkang ke Paris Saint-Germain pada 2021. Kedua pemain kreatif itu bermain bersama selama satu musim.

Meski hanya sebentar bermain bersama, pemain muda Spanyol itu tetap mengagumi peraih Ballon d'Or delapan kali tersebut. Pedri menegaskan tidak ada pemain sepak bola yang dapat menandingi warisan luar biasa pemain Argentina itu.

Mengenang masa bermain bersama penyerang legendaris itu, sang gelandang mengakui kekecewaannya karena kerja sama mereka di lapangan berakhir terlalu cepat. Ia menghargai hubungan mereka, tetapi ingin punya lebih banyak waktu untuk belajar dari pemain senior tersebut.

"Bagi saya, Messi adalah pemain terbaik dalam sejarah," ujar Pedri kepadaDSports. "Saya tahu ada orang yang punya pendapat berbeda, tetapi berdasarkan apa yang saya lihat sendiri, tidak ada yang bisa mendekatinya. Saya beruntung bisa bermain bersamanya selama satu tahun penuh, tetapi tahun itu terasa terlalu singkat. Saya berharap bisa menghabiskan lebih banyak tahun bersamanya."

Messi meninggalkan Camp Nou dengan berlinang air mata setelah kendala finansial membuat klub tidak dapat memperpanjang kontraknya. Akibatnya, sosok ikonik klub itu tidak pernah mendapat perpisahan sebagaimana mestinya di hadapan para suporter. Pedri yakin hal tersebut harus diperbaiki di masa depan.

"Ia pantas mendapat upacara perpisahan yang mencerminkan kebesarannya di FC Barcelona," tambah sang gelandang.

Pemain berusia 23 tahun itu juga mengungkap bagaimana kekagumannya kepada Messi memengaruhi dukungannya di level tim nasional. Ia berkata: "Argentina punya tempat istimewa di hati saya karena Leo Messi. Saya mendukung mereka sejak kecil; setiap kali Spanyol tersingkir dari turnamen, saya akan mendukung Argentina karena kecintaan saya kepada Leo selama bertahun-tahun. Di Argentina, saya mendukung Newell’s Old Boys, semua karena Messi."

Selama jeda internasional baru-baru ini, Messi memainkan pertandingan terakhirnya untuk Argentina, setelah mengumumkan pensiun dari sepak bola internasional pada September lalu. Ia kini fokus pada kewajibannya bersama Inter Miami, yang akan menghadapi New York Red Bulls dalam laga Major League Soccer mendatang.

Sementara itu, Pedri dan rekan-rekan setimnya di Barcelona sedang bersiap menghadapi laga El Clasico yang krusial melawan Real Madrid pada Minggu ini.

Mengawali karier sebagai penulis magang diGOAL Indonesiapadaawal 2021, Yosua kemudian diangkat menjadi jurnalis di tahun yang sama dan hingga kini konsisten menulis dengan fokus utama pada Real Madrid serta jagat La Liga Spanyol.

Lahir dan besar di Salatiga, kecintaan Yosua pada sepakbola berakar pada klub lokal, PSISa Salatiga serta PSIS Semarang. Namun, perjalanan cintanya tidak berhenti di sana. Aksi duo kidal Real Madrid, Raul Gonzalez dan Guti Hernandez, memperkenalkan Yosua pada dunia sepakbola Eropa dan menumbuhkan rasa kagum yang kemudian berkembang menjadi spesialisasi profesional.

Terjun meliput langsung Piala Dunia U-17 2023 di Indonesia menjadi salah satu pengalaman paling berkesan baginya. Di turnamen itu, Yosua berkesempatan bertemu sekaligus mewawancarai para wonderkid yang kini mulai bersinar di level elite: Marc Guiu, Franco Mastantuono hingga Claudio Echeverri.

Bidang keahlian Yosua di GOAL Indonesia di antaranya:

Mengulas dunia La Liga Spanyol, khususnya Real Madrid

Analisis preview pertandingan dengan pendekatan taktik dan naratif

Editorial sepakbola internasional

Penelusuran pemain muda dan perkembangan talenta global