Hasil Indonesia Vs Singapura 1-1, Pengamat Soroti Mandeknya Permainan Garuda

Hasil Indonesia Vs Singapura 1-1, Pengamat Soroti Mandeknya Permainan Garuda

KOMPAS.com– Langkah Timnas Indonesia di ASEAN Championship 2026 atau Piala AFF 2026 terhenti pada fase grup setelah gagal meraih kemenangan atas Singapura pada pertandingan terakhir Grup A.

KOMPAS.com– Langkah Timnas Indonesia di ASEAN Championship 2026 atau Piala AFF 2026 terhenti pada fase grup setelah gagal meraih kemenangan atas Singapura pada pertandingan terakhir Grup A.

LagaSingapura vs Indonesiaberlangsung di Stadion Jalan Besar, Singapura, Jumat (7/8/2026), berakhir imbang 1-1. Hasil tersebut membuat Indonesia mengakhiri fase grup dengan tujuh poin dan gagal menembus semifinal.

Skuad Garuda sempat membuka asa melalui gol Ragnar Oratmangoen pada menit ke-47. Namun, Singapura menyamakan kedudukan lewat Ilhan Fandi pada menit ke-66.

Singapura finis di peringkat kedua dengan delapan poin, sedangkan Indonesia harus puas berada di posisi ketiga.

Baca juga:Permintaan Maaf Rizky Ridho kepada Suporter Usai Timnas Indonesia Gagal Lolos dari Fase Grup Piala AFF

Kegagalan tersebut juga membuat Indonesia tersingkir pada fase grup dalam dua edisi Piala AFF secara beruntun, situasi yang terakhir kali terjadi pada edisi 2012 dan 2014.

Jurnalis senior sekaligus pengamat sepak bola Wesley Hutagalung menilai performaTimnas Indonesiajustru mengalami penurunan dalam dua pertandingan terakhir melawan Vietnam dan Singapura.

Ia mengaku berharap ada peningkatan dari sisi kualitas permainan, strategi, maupun variasi serangan sepanjang turnamen.

"Dari pertandingan ke pertandingan, saya sebenarnya berharap ada peningkatan kualitas, kemampuan, kualitas strategi, dan variasi-variasi permainan. Tapi yang kita lihat memang jauh sekali dalam dua pertandingan terakhir," tutur Weshley di program Breaking News KompasTV usai pertandingan bergulir.

Baca juga:Hasil Indonesia Vs Singapura 1-1: Kepak Sayap Garuda Terhenti di Fase Grup

"Bahkan saya tidak melihat sebuah tim nasional yang membanggakan bermain dengan gaya selevel untuk pertandingan internasional," ujar Wesley.

Menurutnya, pasukan John Herdman kesulitan menemukan solusi ketika menghadapi lawan yang mampu menutup ruang permainan.

"Kita lihat saja lawan Vietnam. Apa yang kita lakukan ketika lawan mengunci permainan kita dan memberikan perlawanan yang ketat? Lalu lawan Singapura yang menurut saya tidak istimewa, kita tidak tahu mau bermain seperti apa," ujarnya menambahkan.

Ia juga menyoroti kecenderungan serangan Indonesia yang terlalu bertumpu pada sisi kiri sehingga mudah diantisipasi lawan.

"Serangan dominan ke kiri, bola selalu ke kiri. Kita jarang melihat terobosan atau variasi permainan lainnya. Ketika pertahanan kuat sudah dibangun di sisi kanan Singapura, kita tetap terus memainkan bola dari sisi kiri," tutur jurnalis senior itu lagi.

Selain minim variasi serangan, Wesley juga menilai Indonesia terlalu bergantung pada umpan-umpan lambung ketika menemui kebuntuan.

Menurut dia, pola tersebut sudah terlihat sejak pertandingan melawan Timor Leste hingga Vietnam.