Harry Kane memberikan penilaian jujur atas penampilannya sendiri setelah Bayern Munich bermain imbang 2-2 secara dramatis melawan Borussia Dortmund pada Sabtu. Kapten Inggris itu menjalani malam yang membuatnya frustrasi di Allianz Arena ketika Bayern ditahan rival sengitnya dalam laga Der Klassiker yang berlangsung seru.
Kane tak menyembunyikan kekecewaannya setelah Bayern bermain imbang melawan Dortmund. Ia menyebut malam itu sebagai "malam yang aneh" bagi pemuncak klasemen Bundesliga tersebut. Penyerang produktif itu terisolasi dalam waktu lama dan tak mampu memengaruhi skor seperti biasanya, sementara Dortmund bangkit pada pengujung laga untuk mengamankan hasil imbang. Itu merupakan salah satu hari yang jarang terjadi ketika mantan pemain Tottenham tersebut tampil di bawah performa terbaiknya, setelah menunjukkan penampilan sensasional sejak tiba di Jerman.
Pemain berusia 33 tahun itu frustrasi karena gagal mencetak gol meski mendapat beberapa peluang sepanjang pertandingan. "Hari ini mungkin bukan penampilan terbaik saya atau penampilan terbaik tim, tetapi begitulah adanya. Itu bagian dari menjadi penyerang dan pesepakbola. Saya bisa saja bermain satu jam lagi hari ini dan bola tetap tidak akan masuk ke gawang. Terkadang Anda harus bisa menerimanya," kata Kane kepadaBulinewsdi zona campuran seusai pertandingan.
Selain hasil pertandingan, kondisi skuad tetap menjadi perhatian utama staf pelatih setelah beberapa pemain tampak mengalami cedera ringan dalam laga yang berlangsung keras itu. Bayern sudah menghadapi banyaknya pemain yang menjalani perawatan, dan intensitas laga melawan Dortmund berpotensi menambah jumlah mereka. Kane menyinggung suasana muram terkait kondisi fisik rekan-rekan setimnya.
"Malam itu terasa aneh secara keseluruhan. Kami harus melihat bagaimana kondisi para pemain yang cedera. Ada beberapa yang kondisinya tampak kurang baik," jelas pemain Inggris tersebut. Dengan jadwal padat di depan mata, kehilangan pemain-pemain penting bisa menjadi faktor penentu bagi harapan Bayern untuk bersaing di berbagai ajang musim ini.
Kane memperingatkan soal menumpuknya pertandingan sepanjang musim dingin. Ia menegaskan rotasi skuad mutlak diperlukan jika timnya ingin terus mengejar trofi di semua ajang. Dengan jadwal yang kian padat dan pertandingan-pertandingan penting datang bertubi-tubi, kapten Inggris itu menegaskan bahwa kedalaman skuad akan menentukan perjalanan mereka musim ini.
"Kami berada pada tahap musim ketika begitu banyak pertandingan akan datang. Kami harus memikirkan untuk banyak memanfaatkan skuad, dan tidak diragukan lagi kami akan melakukannya," kata Kane.
Meski mengalami kemunduran di kompetisi domestik, Kane segera mengalihkan perhatian ke tantangan berikutnya. Bayern akan bertandang ke ibu kota Spanyol untuk menghadapi Atletico Madrid di Liga Champions pada Selasa, laga yang menuntut mereka segera memulihkan mental. Sang penyerang menegaskan bahwa ia siap secara fisik untuk lawatan berat ke Stadion Metropolitano.
"Saya akan siap bermain melawan Atletico Madrid. Ini pertandingan penting bagi kami. Kami akan bertandang ke tempat yang sangat sulit, jadi kami membutuhkan semua pemain untuk tampil lebih baik," pungkasnya.
Mengawali karir di dunia jurnalistik pada tahun 2000 dengan liputan utama di bidang hukum dan kriminal, politik, serta sosial masyarakat. Namun di tengah pekerjaan itu, selalu berusaha meliput kegiatan olahraga, terutama pertandingan sepakbola, cabang olahraga yang saya gemari dan mainkan sejak kanak-kanak.
Pada 2002 bergabung ke Harian Terbit dengan fokus liputan olahraga umum, sampai akhirnya hijrah ke Goal pada 2009 yang membuat kecintaan kepada sepakbola tersalurkan. Saya lebih difokuskan meliput kegiatan sepakbola nasional, dan menangani koresponden.
Hadirnya sejumlah pemain keturunan yang memperkuat timnas Indonesia dalam dua tahun terakhir membuat saya menaruh perhatian kepada mereka, terutama yang berkarir di luar negeri, memberikan penilaian terhadap kinerja pemain di klub masing-masing.
Bidang yang ditekuni:
Menganalisa dan meliput pertandingan Super League
Memberikan penilaian terhadap pemain abroad
Editorial dan artikel sepakbola nasional dan internaional
Momen tak terlupakan:
Meyaksikan pertandingan terakhir enam besar Persirakatan di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta ketika PSMS Medan melawan Persib Bandung dan Persebaya Surabaya menghadapi PSM Makassar pada 1986 saat masih kanak-kanak. Di samping merasa senang dengan atmosfer yang tercipta di stadion, ada perasaan takut juga, karena banyak benda yang dilempar dari atas.