Hansi Flick ungkap alasan bintang Barcelona Raphinha meminta diganti saat kalah dari Real Madrid di El Clasico

Hansi Flick ungkap alasan bintang Barcelona Raphinha meminta diganti saat kalah dari Real Madrid di El Clasico

Pelatih Barcelona Hansi Flick mengungkapkan bahwa Raphinha meminta diganti beberapa saat sebelum Real Madrid mencetak gol kemenangan di pengujung El Clasico. Penyerang asal Brasil itu, yang belakangan mengalami masalah cedera, benar-benar kehabisan tenaga pada menit-menit akhir pertandingan.

Pelatih Barcelona Hansi Flick mengungkapkan bahwa Raphinha meminta diganti beberapa saat sebelum Real Madrid mencetak gol kemenangan di pengujung El Clasico. Penyerang asal Brasil itu, yang belakangan mengalami masalah cedera, benar-benar kehabisan tenaga pada menit-menit akhir pertandingan.

Barcelona menelan kekalahan mengecewakan 2-1 dari Madrid di Liga pada Minggu sore. Tim tersebut kebobolan gol penentu kemenangan pada menit ke-87 dan kalah dalam laga Clasico yang berlangsung ketat.

Gol yang mematahkan hati Barcelona itu tercipta hanya satu menit setelah penyerang andalan mereka, Raphinha, diganti. Penyerang asal Brasil itu tampil luar biasa di kompetisi domestik, dengan mencetak 13 gol dalam sembilan penampilan di Liga musim ini. Namun, kepergiannya dari lapangan yang sama sekali tidak terduga bukanlah keputusan taktis yang disengaja oleh sang pelatih.

Flick memiliki rencana taktis yang sama sekali berbeda untuk fase akhir pertandingan penting tersebut. Sang pelatih ingin menempatkan pemain berusia 29 tahun itu lebih ke belakang, di posisi sentral, demi mengejar kemenangan di pengujung laga. Namun, rencana menyerang itu akhirnya dibatalkan setelah Raphinha menyampaikan langsung kepada staf pelatih di bangku cadangan bahwa ia mengalami kesulitan secara fisik.

"Kami ingin memainkan Raphinha sebagai nomor 10 pada menit-menit terakhir, tetapi dia meminta kami menariknya keluar," jelas Flick dalam konferensi pers seusai pertandingan.

Raphinha tidak memiliki kondisi fisik yang cukup untuk menuntaskan pertandingan domestik yang sangat menguras tenaga itu. Ia mengalami masalah cedera selama jeda internasional baru-baru ini sehingga tidak memiliki energi yang dibutuhkan. Flick mengatakan kepada awak media bahwa penyerang tersebut sudah benar-benar kelelahan ketika mendekati garis tepi lapangan dan meminta untuk diganti.

"Dia sudah tidak bisa bermain lagi," kata pelatih Barcelona itu dengan lugas saat membahas kondisi fisik pemain sayap asal Brasil tersebut pada saat-saat terakhir pertandingan.

Staf medis perlu memantau dengan cermat proses pemulihannya dari cedera yang dialami selama jeda internasional. Flick tentu sangat berharap penyerang andalannya itu dapat memulihkan energinya sepenuhnya agar mampu mempertahankan ketajamannya yang luar biasa di Liga dalam beberapa pekan mendatang.

Mengawali karier sebagai penulis magang diGOAL Indonesiapadaawal 2021, Yosua kemudian diangkat menjadi jurnalis di tahun yang sama dan hingga kini konsisten menulis dengan fokus utama pada Real Madrid serta jagat La Liga Spanyol.

Lahir dan besar di Salatiga, kecintaan Yosua pada sepakbola berakar pada klub lokal, PSISa Salatiga serta PSIS Semarang. Namun, perjalanan cintanya tidak berhenti di sana. Aksi duo kidal Real Madrid, Raul Gonzalez dan Guti Hernandez, memperkenalkan Yosua pada dunia sepakbola Eropa dan menumbuhkan rasa kagum yang kemudian berkembang menjadi spesialisasi profesional.

Terjun meliput langsung Piala Dunia U-17 2023 di Indonesia menjadi salah satu pengalaman paling berkesan baginya. Di turnamen itu, Yosua berkesempatan bertemu sekaligus mewawancarai para wonderkid yang kini mulai bersinar di level elite: Marc Guiu, Franco Mastantuono hingga Claudio Echeverri.

Bidang keahlian Yosua di GOAL Indonesia di antaranya:

Mengulas dunia La Liga Spanyol, khususnya Real Madrid

Analisis preview pertandingan dengan pendekatan taktik dan naratif

Editorial sepakbola internasional

Penelusuran pemain muda dan perkembangan talenta global