Hansi Flick meminta skuad Barcelona kembali fokus setelah kekalahan menyakitkan di pengujung laga El Clasico mengakhiri awal sempurna mereka di La Liga. Pelatih asal Jerman itu mengungkapkan frustrasinya atas kondisi tim yang kurang segar dan menyoroti masalah cedera yang kian menumpuk sebagai kekhawatiran utamanya ke depan.
Awal sempurna Barca di musim Liga bersama Flick resmi berakhir mengecewakan. Klub asal Catalunya itu akhirnya kehilangan poin untuk pertama kalinya di kompetisi domestik setelah kalah secara menyakitkan di Clasico.
Gol penentu pada menit-menit akhir menggagalkan Barcelona mempertahankan rekor sempurnanya di liga. Kekalahan 2-1 itu menghentikan rentetan sembilan kemenangan yang sangat mengesankan di kasta tertinggi Spanyol. Kekalahan menyakitkan tersebut juga menjadi kekalahan kedua mereka secara beruntun secara keseluruhan, sekaligus menguji ketangguhan tim pada awal musim.
Flick segera menilai penyebab di balik hasil yang mengecewakan itu. Pelatih Barca tersebut mengakui secara terbuka bahwa kondisi fisik timnya tidak mencapai standar seperti biasanya dalam pertandingan yang begitu berat. Ia menyadari bahwa detail kecil menentukan hasil laga-laga besar.
“Kami kecewa karena kurang segar,” jelas pelatih asal Jerman itu melaluisitus resmiklub. “Ini kekalahan pertama kami di La Liga setelah sembilan kemenangan beruntun, tetapi hal seperti ini bisa terjadi. Dalam pertandingan besar, detail sangat penting, dan hari ini detail-detail itu tidak berpihak kepada kami. Kekalahan adalah bagian dari sepakbola. Kami harus menganalisis apa yang terjadi, melakukan segalanya dengan lebih baik, dan itulah yang akan kami lakukan.”
Di luar kekecewaan atas hasil akhir, daftar pemain yang harus menjalani perawatan medis terus bertambah dan menjadi masalah besar bagi klub. Barca kembali kehilangan seorang bek dalam pertandingan itu setelah Xavi Espart mengalami masalah baru. Flick tidak menutupi kekhawatirannya yang mendalam terkait kondisi kebugaran skuad saat ini. Ia mengakui terus terang bahwa “cedera adalah kekhawatiran terbesar” bagi staf pelatih saat ini.
Meski kehilangan pemain di lini belakang, pertandingan itu juga membawa satu kabar positif penting bagi lini tengah. Frenkie de Jong akhirnya kembali tampil dalam pertandingan kompetitif. Flick mengatakan: “Dia berlatih dengan sangat baik dan akan berguna bagi kami.”
Barca kini harus segera mencari cara untuk bangkit dari periode sulit ini. Setelah dua kekalahan beruntun, para pemain dituntut segera menghentikan penurunan performa tersebut. Barcelona selanjutnya akan menghadapi Alaves di Liga akhir pekan ini, sebelum menjamu Aston Villa di Liga Champions.
Mengawali karier sebagai penulis magang diGOAL Indonesiapadaawal 2021, Yosua kemudian diangkat menjadi jurnalis di tahun yang sama dan hingga kini konsisten menulis dengan fokus utama pada Real Madrid serta jagat La Liga Spanyol.
Lahir dan besar di Salatiga, kecintaan Yosua pada sepakbola berakar pada klub lokal, PSISa Salatiga serta PSIS Semarang. Namun, perjalanan cintanya tidak berhenti di sana. Aksi duo kidal Real Madrid, Raul Gonzalez dan Guti Hernandez, memperkenalkan Yosua pada dunia sepakbola Eropa dan menumbuhkan rasa kagum yang kemudian berkembang menjadi spesialisasi profesional.
Terjun meliput langsung Piala Dunia U-17 2023 di Indonesia menjadi salah satu pengalaman paling berkesan baginya. Di turnamen itu, Yosua berkesempatan bertemu sekaligus mewawancarai para wonderkid yang kini mulai bersinar di level elite: Marc Guiu, Franco Mastantuono hingga Claudio Echeverri.
Bidang keahlian Yosua di GOAL Indonesia di antaranya:
Mengulas dunia La Liga Spanyol, khususnya Real Madrid
Analisis preview pertandingan dengan pendekatan taktik dan naratif
Editorial sepakbola internasional
Penelusuran pemain muda dan perkembangan talenta global