Gianluigi Donnarumma turun pangkat? Enzo Maresca ambil keputusan tegas soal hierarki kiper Manchester City setelah aksi heroik Geronimo Rulli di Carabao Cup

Gianluigi Donnarumma turun pangkat? Enzo Maresca ambil keputusan tegas soal hierarki kiper Manchester City setelah aksi heroik Geronimo Rulli di Carabao Cup

Enzo Maresca segera membantah anggapan bahwa Gianluigi Donnarumma bisa digeser dari posisi kiper utama Manchester City. Meski Geronimo Rulli menjadi pahlawan dalam kemenangan dramatis atas Brighton lewat adu penalti di Carabao Cup, pelatih asal Italia itu menegaskan bahwa urutan pilihan kipernya tid

Enzo Maresca segera membantah anggapan bahwa Gianluigi Donnarumma bisa digeser dari posisi kiper utama Manchester City. Meski Geronimo Rulli menjadi pahlawan dalam kemenangan dramatis atas Brighton lewat adu penalti di Carabao Cup, pelatih asal Italia itu menegaskan bahwa urutan pilihan kipernya tidak berubah.

Manchester City memastikan tempat di perempat final Carabao Cup pada Rabu setelah menang 4-3 atas Brighton melalui adu penalti yang menegangkan. Tuan rumah harus dua kali mengejar ketertinggalan sebelum waktu normal di Stadion Etihad berakhir imbang 2-2. Malick Yalcouye membuka keunggulan tim tamu sebelum Mateo Kovacic menyamakan kedudukan.

Georginio Rutter kembali membawa Brighton unggul, tetapi Vitor Reis membelokkan tendangan bebas Rayan Cherki ke gawang untuk mencetak gol pertamanya bagi klub dan membawa pertandingan ke adu penalti. Gol penyeimbang itu tercipta tak lama setelah Jeremy Doku masuk, dan kehadirannya membuat dukungan penonton tuan rumah terasa semakin bergemuruh.

Rulli menjadi sorotan dalam adu penalti tersebut. Setelah Kovacic gagal menuntaskan eksekusinya, kiper asal Argentina itu menggagalkan penalti Yasin Ayari dan Lewis Dunk untuk memastikan City lolos. Rulli menggantikan Donnarumma, yang diberi libur singkat oleh Maresca bersama empat pemain reguler tim utama lainnya.

Meski performa Donnarumma belakangan ini mendapat sorotan, Maresca menutup tegas segala perdebatan mengenai kiper utamanya. Ketika ditanya apakah penampilan Rulli bisa membuatnya merebut posisi tersebut, bos City itu menjawab tanpa ragu.

“Tidak, sama sekali tidak menurut saya,” kata Maresca. “Dia bekerja dengan baik, tetapi dia tahu persis perannya, dan tidak ada keraguan soal itu.”

Pelatih asal Italia itu juga membahas ambisi timnya di semua kompetisi. Ia menambahkan: “Ini kompetisi yang berbeda, tetapi ambisinya harus tetap sama. Ini proyek baru dengan pemain-pemain baru dan manajer baru. Proyek ini dimulai tiga bulan lalu. Kami harus menjalankan tugas kami, yaitu memenangi pertandingan, dan saat ini kami melakukannya.”

Rangkaian hasil mengesankan City terus berlanjut di tengah situasi yang rumit, dengan klub masih menghadapi dampak putusan bersalah atas dakwaan finansial bulan lalu. Namun, Maresca memastikan skuadnya tetap sepenuhnya fokus pada target di lapangan selama bulan-bulan awal masa kepemimpinannya.

Raksasa Manchester itu kini memuncaki klasemen Premier League setelah mengawali musim dengan kuat. Keberhasilan menyingkirkan tim asuhan Fabian Hurzeler memberi mereka undian perempat final Carabao Cup yang menguntungkan melawan klub League One, Bradford.

City tidak perlu menunggu lama untuk kembali menghadapi Brighton karena kedua tim akan bertemu di Etihad dalam laga Premier League Sabtu ini. Kedua manajer melakukan total 16 perubahan saat tim mereka bertemu di ajang piala pada pertengahan pekan, dan keduanya diperkirakan kembali menurunkan susunan pemain inti dengan kekuatan penuh untuk pertemuan berikutnya.

Maresca memperkirakan laga berat lainnya melawan Brighton. Pelatih asal Italia itu berkata: “Mereka sedang dalam performa yang sangat bagus. Mereka memenangi pertandingan dan mencetak gol. Mereka mencetak banyak gol di setiap pertandingan, tiga, empat, lima gol per laga.

“Saya menonton semua pertandingan mereka di Premier League sejak kami memulai, dan sejak hari pertama, melawan Arsenal, [Crystal] Palace, Liverpool, mereka selalu bermain menyerang dan menjaga lawan satu lawan satu. Kami tahu ini akan menjadi pertandingan yang sulit dan mereka akan bermain dengan cara yang persis sama pada Sabtu.”

Kecintaannya pada sepakbola berakar dari Chelsea, tepatnya ketika ia terpesona oleh sosok Gianfranco Zola—bukan hanya karena magis di kakinya, tapi juga karena nama sang legenda yang menurutnya begitu renyah di telinga. Beberapa tahun kemudian, Piala Dunia 2002 memperkenalkannya pada Oliver Kahn, penjaga gawang yang menjadi jatuh cinta kedua Zaki pada sepakbola, sekalipun Jerman pulang dengan tangan kosong kala itu.

Momen paling membekas bagi Zaki terjadi jauh lebih dekat di mata: berdiri di tribun selatan Maguwoharjo,menjadi saksi ketika PSS Sleman mengangkat trofi Divisi Utama 2013. Euforia kemenangan itu berubah getir karena dualisme membuat Si Elang Jawa gagal promosi.

Bidang keahlian Zaki di GOAL Indonesia di antaranya:

XI Sepanjang Masa Zaki (4-2-3-1)

Oliver Kahn; Cafu, John Terry, Franz Beckenbauer, Paolo Maldini; Xavi Hernandez, Claude Makelele; Lionel Messi, Eric Cantona, Eden Hazard; Marco van Basten.