Gattuso Ogah Lihat Lazio di Klasemen, Takut Kena Vertigo

Gattuso Ogah Lihat Lazio di Klasemen, Takut Kena Vertigo

Laziomasih terbang tinggi diLiga Italiamusim ini usaimelibas tuan rumah Sassuolo 6-2. Namun pelatihGennaro Gattusojustru enggan melihat klasemen sementara dan memilih bersikap realistis.

Laziomasih terbang tinggi diLiga Italiamusim ini usaimelibas tuan rumah Sassuolo 6-2. Namun pelatihGennaro Gattusojustru enggan melihat klasemen sementara dan memilih bersikap realistis.

Skor di Stadion Mapei, Rabu (28/10/2026) dini hari WIB itu menjadi kemenangan kedelapan Lazio dari sembilan laga Serie A sejauh ini, menempatkan mereka di posisi capolista dengan 25 poin, unggul tiga poin dari Inter Milan yang menempati urutan kedua dan masih memiliki tabungan satu laga.

Skuad Elang Ibu Kota juga menjadi satu dari empat tim Liga Italia yang masih belum terkalahkan. Situasi ini sungguh di luar dugaan mengingat minimnya aktivitas belanja di bursa transfer musim panas lalu akibat dana yang terbatas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski begitu, Gattuso tetap menghadapi tren positif ini dengan kepala dingin. Ia bahkan mmemiliki sejumlah catatan yang mesti diperbaiki timnya meski baru saja menang besar.

"Saat kami tidak bermain agresif, kami harus belajar cara melakukan blok dalam aspek pertahanan. Sassuolo adalah tim yang sangat berbahaya, dan kami kurang baik dalam hal tersebut. Kondis mereka yang bermain dengan 10 pemain (akibat kartu merah Kristian Thorstvedt) cukup membantu kami," ujar Gattuso, dikutip Football Italia.

"Namun, ketika kami bekerja sama dan membangun permainan dengan baik, kami akan menyulitkan lawan."

Sudah lama Lazio tak menjadi penghuni papan atas seperti ini. Bahkan sudah lama sekali sejak mereka terakhir kali meraih gelar Serie A, yakni pada 2000 silam. Barangkali ini pula yang membuat Gattuso masih enggan bicara peluang juara.

"Kami tidak melihat papan klasemen, kalau tidak, kami bisa terkena vertigo. Kami akan menjalani pertandingan demi pertandingan," lanjut Gattuso.

"Saya percaya takhayul, tetapi kami juga harus melihat kenyataan. Jika kami berpikir untuk sekadar mengatur jalannya pertandingan atau mempertahankan keunggulan, kami justru akan kesulitan. Kami harus terus melangkah dan menciptakan peluang seperti yang selama ini kami lakukan."

"Sejauh ini kami belum mendapat hasil buruk, jadi kita lihat saja nanti kapan itu terjadi. Hanya ada satu cara untuk menghadapinya, yaitu dengan bekerja keras," tegas eks pemain Timnas Italia itu.

Foto artikel Foto artikel