Pertandingan Barcelona di Liga Champions belakangan ini kerap diwarnai banyak gol. Akan berlanjut di markas Galatasaray pada matchday kedua Liga Champions di tengah pekan?
Merujuk catatan situs resmi UEFA, 31 laga terakhir yang melibatkan Blaugrana di kompetisi tersebut sudah menghadirkan total 141 gol. Jika dirata-rata, ada 4,55 gol per pertandingan.
Nah, Barca ternyata juga memperlihatkan kerentanan di lini belakang. Klub Catalan itu gagal mencatatkan clean sheet dalam 16 pertandingan terakhir mereka di Liga Champions.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Galatasaray juga punya rekor kurang meyakinkan saat menghadapi klub-klub Spanyol. Dalam 22 pertandingan terakhir melawan wakil Spanyol, klub Turki itu hanya meraih satu kemenangan, enam kali imbang, dan 15 kali kalah.
Galatasaray juga belum menang dalam sembilan pertandingan terakhir melawan tim Spanyol, dengan dua hasil imbang dan tujuh kekalahan. Kemenangan terakhir mereka terjadi pada April 2013, ketika mengalahkan Real Madrid 3-2 di kandang pada perempatfinal Liga Champions.
Meski begitu, Galatasaray pernah mengalahkan Barcelona. Satu-satunya kemenangan mereka atas Blaugrana terjadi pada November 1994 dengan skor 2-1. Okan Buruk, yang kini melatih Galatasaray, tampil sebagai pemain pengganti dalam pertandingan tersebut saat timnya tertinggal 0-1.
Barcelona juga punya catatan individu yang menarik lewat Lamine Yamal. Winger muda itu telah mencetak 12 gol di Liga Champions saat masih berusia remaja, hanya terpaut satu gol dari rekor Kylian Mbappe.
Barcelona terakhir kali menghadapi Galatasaray pada leg kedua babak 16 besar Liga Europa 2021/2022. Blaugrana menang 2-1 di Turki, dengan Pedri turut mencetak gol.
Duel ini juga mempertemukan Barcelona dengan mantan pemainnya, Ilkay GündoÄan. Gelandang Galatasaray tersebut memperkuat Blaugrana pada musim 2023/2024 dan mencetak lima gol dalam 51 penampilan. Ia juga pernah menjadi rekan setim João Cancelo, Rodri, dan Gabriel Jesus di Manchester City.