FIFA ASEAN Cup 2026untuk pertama kalinya akan segera bergulir. Ajang ini bisa menjadi kesempatan lain untukTimnas Indonesiamengakhiri puasa gelar selama 35 tahun.
Bagi Indonesia, FIFA ASEAN Cup menjadi panggung berbeda dari turnamen regional yang selama ini diikuti. Kompetisi ini digelar dalam kalender pertandingan internasional FIFA dan menghadirkan 14 negara, termasuk seluruh 11 anggota ASEAN serta tiga tim undangan.
FIFA ASEAN Cup dirancang untuk memberikan pertandingan kompetitif bagi tim-tim nasional dalam kalender internasional FIFA. Menurut FIFA, kompetisi tersebut juga bertujuan memperkuat hubungan sepakbola di kawasan Asia Tenggara dan memberikan kesempatan bagi pemain untuk tampil dalam persaingan regional dengan intensitas tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indonesia ada di Grup A Divisi 1 bersama Malaysia, Singapura, dan Banglades. Di Grup B Divisi 1 terdapat Thailand, Pakistan, Vietnam, dan Filipina.
Seluruh pertandingan di Divisi 1 berlangsung di Indonesia. Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) dan Stadion Si Jalak Harupat menjadi venuenya.
Sebagai tuan rumah, Indonesia tentu akan membidik gelar juara. Tim sepakbola senior putra Indonesia sudah lama tidak menjadi juara setelah SEA Games 1991.
Indonesia memang pernah juara di SEA Games 2023 Kamboja. Namun, saat itu peserta sudah diubah untuk pemain U-23.
Indonesia selama ini selalu gagal di Piala AFF. Karena itu, perjalanan Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 menghadirkan sebuah jalan lain menuju gelar regional.
Format turnamen memberikan peluang langsung menuju trofi. Dua grup di Division 1 akan menggunakan sistem setengah kompetisi atau single round-robin. Juara masing-masing grup kemudian bertemu di final untuk memperebutkan gelar juara, sedangkan dua runner-up akan memainkan laga perebutan tempat ketiga.