Rekam jejak di Eropa berhadapan dengan kekuatan finansial baru Serie A saat Feyenoord menjamu Como asuhan Cesc Fabregas yang tengah melesat. Kami menyoroti duel-duel individu kunci, termasuk daya gedor Anis Hadj Moussa dan pengaruh Martin Baturina dalam mengkreasikan serangan.
Tidak banyak yang bisa menandingi atmosfer pertandingan tengah pekan di bawah sorotan lampu De Kuip. Para pendukung di Rotterdam siap menciptakan atmosfer membara saat Feyenoord berusaha membangkitkan kiprahnya di Liga Champions setelah kekalahan telak pada laga pembuka. Giovanni van Bronckhorst membuat timnya tampil penuh percaya diri di Eredivisie, menyusul rentetan kemenangan dengan banyak gol, termasuk saat membantai PEC Zwolle 7-0 dan mengalahkan FC Utrecht 5-0. Namun, menghadapi tim-tim elite Eropa menuntut ketangguhan yang berbeda. Setelah dipermalukan 5-1 di Barcelona, raksasa Belanda itu ingin membuktikan bahwa mereka layak bersaing dengan tim-tim besar.
Yang menghadang mereka adalah lawan yang paling sulit ditebak: Como asuhan Cesc Fabregas. Hanya dalam waktu sedikit lebih dari dua tahun sejak meninggalkan Serie B, mantan gelandang Arsenal, Barcelona, dan Chelsea itu telah membantu mengubah klub Italia tersebut menjadi pesaing serius di Liga Champions. Setelah membuka kiprah mereka dengan kemenangan 4-1 atas RB Leipzig, tim tamu datang ke Rotterdam tanpa rasa gentar, dengan gaya bermain yang mencerminkan gagasan pelatih mereka. Ini lebih dari sekadar pertandingan sepakbola. Ini adalah duel dua mantan pemain yang sama-sama pernah membela Arsenal dan Barcelona, dan kini berdiri di area teknis.
Anis Hadj MoussaJika Feyenoord memiliki pemain yang mampu mengubah jalannya pertandingan seorang diri, pemain itu adalah Anis Hadj Moussa. Pemain timnas Aljazair berusia 24 tahun tersebut menjadi salah satu sosok paling menonjol di klub sejak tiba pada musim panas 2024, dan dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Eredivisie untuk Mei 2026. Setelah Ayase Ueda pergi ke Lille, ia kini menjadi tumpuan lini serang. Musim panasnya jauh dari kata tenang karena rencana kepindahannya ke klub Arab Saudi, Al-Ittihad, batal sesaat sebelum lawatan ke Barcelona. Namun, ia meminta maaf kepada rekan-rekan setimnya, kembali ke skuad, dan bermain di Camp Nou, tempat ia melewati pemain yang menjaganya lalu memaksa Joan Garcia melakukan penyelamatan. Cepat, lugas, dan tak gentar dalam duel satu lawan satu, ia adalah tipe pemain sayap yang bisa menyulitkan Como, tim yang gemar membangun serangan dari belakang, terlebih dengan dukungan penonton De Kuip.
Gjivai ZechiëlDi lini tengah, Gjivai Zechiël telah menjadi motor permainan Feyenoord asuhan Van Bronckhorst. Lulusan akademi Feyenoord itu kembali musim ini setelah menjalani masa peminjaman di Sparta Rotterdam dan FC Utrecht. Ia pun dengan cepat mengukuhkan tempatnya berkat kualitas teknik dan etos kerja yang tak kenal lelah. Penampilannya mengantarkannya meraih penghargaan Pemain Terbaik Eredivisie untuk Agustus. Meski nama-nama besar sering menjadi sorotan, kemampuannya mengalirkan bola dari pertahanan ke serangan akan sangat penting saat menghadapi Como yang gemar mendominasi penguasaan bola. Laga ini menjadi ujian nyata bagi kematangannya ketika berhadapan langsung dengan sejumlah pemain paling kreatif di Serie A.
Martin BaturinaAda pemain yang dikenang karena satu momen, dan Martin Baturina sudah memiliki momen semacam itu dalam sejarah singkat Como di Liga Champions. Pengatur serangan asal Kroasia tersebut mencetak gol pertama klub itu di kompetisi ini pada menit ke-15 saat melawan RB Leipzig, lalu memberi umpan bagi gol kedua yang dicetak Tasos Douvikas. Beroperasi di antara lini, ia menghadirkan kreativitas sekaligus ancaman gol bagi tim asuhan Fabregas. Ia mengatakan sang pelatih memberinya banyak kebebasan, dan ia memanfaatkannya dengan baik. Bagi lini tengah Feyenoord, membatasi ruang geraknya akan menjadi salah satu tugas utama malam itu.
Nico PazPerekrutan Nico Paz dari Real Madrid menunjukkan ambisi Como, dan pemain kreatif itu telah memenuhi ekspektasi. Paz menghadirkan keterampilan dan permainan yang sulit ditebak, seperti yang diinginkan Fabregas di sepertiga akhir lapangan. Mampu beroperasi di antara lini dan membelah pertahanan dengan satu umpan, ia adalah pemain yang harus diredam Feyenoord jika ingin menjaga gawang tetap tanpa kebobolan. Ia juga turut menciptakan gol dalam kemenangan atas Leipzig, dan akan memandang De Kuip sebagai tempat yang tepat untuk menunjukkan kemampuannya.
KesimpulanLaga ini memiliki segala unsur untuk menjadi pertandingan klasik Eropa era modern. Feyenoord perlu memanfaatkan keunggulan bermain di kandang untuk menggoyahkan Como, yang masih relatif minim pengalaman di level ini meski melesat begitu cepat. Adu taktik Van Bronckhorst dan Fabregas akan menyerupai pertandingan catur, tetapi kecemerlangan individu pemain seperti Hadj Moussa, Paz, atau Baturina bisa menjadi penentu. Rotterdam siap menyambut pertarungan ini, dan poin tersedia bagi tim yang lebih baik dalam menghadapi tekanan.
Ke depan, kemenangan akan memberi Feyenoord momentum yang dibutuhkan untuk melewati fase liga yang sulit, sementara Como bisa menegaskan diri sebagai tim kuda hitam di kompetisi ini. Karena kedua tim menyukai sepakbola menyerang, jangan harapkan laga yang berlangsung hati-hati. Saat peluit akhir berbunyi, kita akan tahu siapa di antara para bintang yang tengah menanjak ini siap menjadi tumpuan klubnya di panggung terbesar.
Memiliki pengalaman lebih dari satu dekade dalam jurnalistik sepak bola, bergabung denganGOALsejak 2010 dan pernah berkontribusi menulis untuk beberapa media lain sepertiFox Sport,ESPNdan jugaBallball.
Mencintai sepak bola sejak Ronaldo menangis di tahun 1998 dan berjumpa dengan bek kiri legendaris Indonesia, Aji Santoso, sambil memegang bola plastik.
Meski kuliah di jurusan bisnis, justru kegemaran membaca koran dan tabloid olah raga sedari kecil yang membuka jalan ke dunia profesional dengan terjun ke jurnalistik sepak bola. Tegar merintis dari seorang pemagang yang menulis berita dari kamar kos hingga bisa meliput turnamen-turnamen bergengsi terutama Piala Dunia 2018 di Rusia.
Tegar juga menikmati membangun cerita kreatif yang mendalam tentang dunia sepak bola, termasuk wawancara dengan tokoh-tokoh ternama seperti pemenang Ballon d'Or Aitana Bonmati.
Strategi konten & SEO
Optimalisasi Media Sosial