KOMPAS.com -Asosiasi Sepak Bola Inggris atau FA mengeluarkan kebijakan tegas berupa larangan penggunaan pembatas lapangan permanen di seluruh kompetisi sistem Liga Nasional.
Keputusan penting ini diambil olehFAmenyusul insiden tragis yang merenggut nyawaBilly Vigar, yang merupakan mantan pemain akademiArsenal.
Langkah krusial tersebut ditempuh setelah FA menginisiasi peninjauan mendalam terkait keamanan dinding serta pembatas pinggir lapangan pada tahun lalu.
Investigasi ini bermula ketika pemain berusia 21 tahun itu menderita cedera otak parah usai kepalanya menghantam pembatas beton di sisi lapangan dalam pertandingan Isthmian League Premier Division, saat membela klub divisi tujuhChichester City.
Baca juga:FA Denda Chelsea karena Akui Beberapa Pelanggaran di Masa Lalu
Sebagai tindak lanjut dari investigasi keselamatan yang melibatkan para ahli kesehatan dan keselamatan independen untuk musim 2026-27, pihak FA bersama Premier League berkomitmen untuk menyalurkan bantuan pendanaan guna merealisasikan perombakan fasilitas stadion tersebut.
Dalam rilis resminya, FA memberikan instruksi tegas bagi seluruh pengelola tim di level terkait.
Kebijakan ini mewajibkan setiap klub untuk segera membersihkan area lapangan dari struktur penghalang keras demi mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Baca juga:FA Tetap Dukung Thomas Tuchel Latih Timnas Inggris hingga Euro 2028
"Semua penghalang padat yang terbuat dari batu bata, blok beton ringan, atau beton yang ada harus disingkirkan sesegera mungkin, atau ditutupi dengan perlindungan yang sesuai jika tidak dapat disingkirkan karena alasan struktural," demikian bunyi pernyataan FA dikutip dari Reuters, Jumat (7/8/2026).
Pihak otoritas juga menegaskan bahwa seluruh klub yang berlaga di tingkatan kompetisi tersebut wajib mematuhi aturan baru ini sebagai konsekuensi dari transformasi sistem keamanan stadion.
"Kami telah memberitahu klub-klub di level ini bahwa mereka akan diminta untuk mengambil tindakan sebagai akibat dari perubahan ini."