Suara.com -Mantan pelatihManchester United,Erik ten Hag, mengungkapkan alasan dirinya kecewa terhadapCristiano Ronaldosaat keduanya bekerja sama di Old Trafford. Menurut Ten Hag, masalah kebugaran dan pergerakan tanpa bola menjadi kendala utama penyerang asal Portugal tersebut.
Dalam wawancara denganThe Athleticyang dipublikasikan pada Rabu, Ten Hag menjelaskan bahwa Ronaldo tidak memenuhi ekspektasi tim meski staf pelatih telah menyusun rencana untuk memaksimalkan kemampuannya.
“Dia mengecewakan tim dan juga mengecewakan saya, karena kami telah menyusun rencana dengannya,” kata Ten Hag kepada The Athletic pada Rabu (21/10/2026).
Ten Hag Soroti Kebugaran Cristiano Ronaldo
Saat itu, sejumlah pengamat sepak bola menilai skema high pressing yang diterapkan Ten Hag turut memengaruhi performa Ronaldo pada musim 2022/2023.
Namun, Ten Hag menilai persoalan utamanya terletak pada kondisi fisik dan kesiapan Ronaldo menjalankan instruksi tim. Ia menyebut sang pemain tidak cukup aktif bergerak, baik ketika Manchester United menguasai bola maupun saat bertahan.
“Dia tidak berlari, baik saat tim menguasai bola maupun ketika tidak menguasai bola. Alasannya adalah karena dia tidak mempersiapkan dirinya dengan baik,” tutur Ten Hag.
Ronaldo pun kesulitan memberikan kontribusi sesuai harapan pada periode terakhirnya bersama Manchester United. Ia hanya mencetak satu gol dalam 10 penampilan sebelum meninggalkan klub pada November 2022.
Ten Hag Sudah Berulang Kali Mengingatkan Ronaldo
Ten Hag, yang kini menjabat sebagai direktur teknik FC Twente, mengaku telah beberapa kali berdiskusi dengan Ronaldo mengenai kebutuhan tim dan pergerakannya di lapangan.
Menurutnya, kemampuan untuk menempatkan diri di posisi yang tepat, terutama di dalam kotak penalti, merupakan hal penting bagi seorang penyerang. Namun, Ten Hag menilai Ronaldo tidak mampu menjalankan aspek tersebut secara konsisten.
“Berkali-kali saya katakan, ‘Ronnie, semua orang ingin bekerja untuk membawamu ke posisi yang tepat. Namun, bila kamu tidak bisa membawa dirimu sendiri ke dalam kotak penalti, kamu tidak akan bisa mencetak gol.’ Dia tidak mampu melakukan itu,” ujar Ten Hag.
Ten Hag menegaskan bahwa keputusannya tidak terlepas dari tanggung jawab sebagai pelatih. Ia mengaku tetap menghormati Ronaldo, tetapi harus mengutamakan kepentingan tim dalam menentukan pemain yang masuk ke dalam skuad.
“Saya sangat menghormatinya. Namun, saat itu, sebagai pelatih, saya harus mengambil keputusan rasional dan mempertahankan para pemain yang saya kagumi di dalam tim,” kata Ten Hag.
Ronaldo Lanjutkan Karier di Arab Saudi