KOMPAS.com- Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengungkapkan rencana perubahan format Piala Presiden mulai tahun depan.
Turnamen pramusim tersebut tidak lagi diperuntukkan bagi klub-klub Indonesia, melainkan akan diarahkan untuk mendukung pengembanganTimnas Indonesia.
Piala Presiden pertama kali digelar pada 2015 setelah sepak bola Indonesia terbebas dari sanksi FIFA.
PadaPiala Presiden 2026, Persebaya Surabaya berhasil keluar sebagai juara usai mengalahkan Persib Bandung di partai final.
Menurut Erick, keberadaan Piala Presiden pada awalnya bertujuan mengisi kekosongan kompetisi saat klub-klub membutuhkan ajang untuk tetap beraktivitas.
"Sekarang klub-klub sudah punya League Cup," kataErick Thohirkepada awak media termasuk BolaSport.com.
"Kalau kita tahu, saya dan Pak Maruarar Sirait membangun Piala Presiden itu mulai 2015, ketika PSSI disanksi."
"Jadi klub-klub datang ke kami meminta tolong kalau bisa ada kegiatan."
"Dan Alhamdulillah bisa berjalan delapan tahun."
Baca juga:Timnas Indonesia Vs Singapura, Herdman Enggan Terkecoh Strategi Gavin Lee
Erick menilai situasi sepak bola nasional kini sudah berubah. Selain Super League, klub-klub Indonesia juga akan mengikuti League Cup, kompetisi baru yang mulai bergulir pada Oktober 2026.
Dengan bertambahnya agenda tersebut, PSSI melihat peluang untuk mengubah fungsi Piala Presiden menjadi ajang bagi Timnas Indonesia.
"Nah tidak ada salahnya kami mencoba tingkatkan kualitasnya."
Baca juga:Prediksi Skor Timnas Indonesia Vs Singapura di Grup A Piala AFF 2026
"Salah satunya bagaimana Piala Presiden ini bisa menjadi pertandingan timnas Indonesia," kata Erick Thohir.
Menurut Erick, perubahan format tersebut masih akan dikaji agar sesuai dengan kebutuhan tim nasional sekaligus kalender pertandingan internasional.
Dalam menyusun konsep baru Piala Presiden, PSSI menjadikan King's Cup di Thailand sebagai salah satu contoh.