Eric Garcia Jadi Kandidat Kuat Kapten Barcelona Usai Ter Stegen dan Araujo Hengkang

Eric Garcia Jadi Kandidat Kuat Kapten Barcelona Usai Ter Stegen dan Araujo Hengkang

KOMPAS.com -Klub Liga Spanyol (LaLiga), Barcelona, dalam waktu dekat akan segera membuat keputusan terkait sosok pemimpin baru yang berhak mengenakan ban kapten untuk mengarungi kompetisi musim ini.

KOMPAS.com -Klub Liga Spanyol (LaLiga), Barcelona, dalam waktu dekat akan segera membuat keputusan terkait sosok pemimpin baru yang berhak mengenakan ban kapten untuk mengarungi kompetisi musim ini.

NamaEric Garciamencuat sebagai salah satu kandidat terkuat untuk mengemban tugas krusial tersebut.

Melansir dariMarca, peluang Eric Garcia untuk memimpin rekan-rekannya di atas lapangan terbuka cukup lebar.

Situasi ini tidak terlepas dari lowongnya dua pos kepemimpinan utama menyusul kepastian bahwaMarc-Andre ter StegendanRonald Araujo, yang menjabat sebagaikaptenpertama dan kedua musim lalu, tak lagi berseragam Blaugrana pada musim 2026-2027.

Meskipun masih ada nama-nama seperti Frenkie de Jong, Raphinha, dan Pedri yang dipertahankan untuk menyuarakan ruang ganti, kondisi De Jong yang masih dibekap cedera membuat tim membutuhkan figur tambahan.

Baca juga:Ferran Torres ke PSG, Bebaskan Rp 413 Miliar Ruang Gaji Barcelona

Eric Garcia, yang juga pernah mengangkat trofi Piala Dunia bersama Timnas Spanyol, dinilai sangat layak mengisi slot tersebut berkat segudang pengalaman, rekam jejak, sikap profesional, hingga kemampuannya menjaga harmoni dengan rekan setim.

Pemain bertahan serba bisa ini sejatinya sudah tidak asing dengan peran sebagai jenderal lapangan. Sepanjang musim 2025-2026, ia tercatat beberapa kali dipercaya memimpin tim.

Ia mulai mengenakan ban kapten pada laga kontra Athletic Club di San Mames, serta memegangnya di beberapa periode saat berhadapan dengan Atletico Madrid dan Mallorca di kancah domestik.

Pengalaman serupa juga dirasakannya saat bertanding melawan Athletic Club di semifinal Piala Super Spanyol serta saat menghadapi skuad asuhan Diego Simeone di fase perempat final Liga Champions.

Baca juga:Singapura Takluk 1-3 dari Yordania, Pelatih Tetap Bangga dan Petik Sisi Positif

Jiwa kepemimpinannya memang sudah terasah sejak belia saat ia berstatus sebagai kapten tim junior skuad Catalan.

Perjalanannya kemudian membawanya hijrah ke Manchester City pada usia 16 tahun untuk mematangkan diri, sebelum akhirnya memutuskan pulang kampung ke Camp Nou pada 2021 silam.

Selain faktor kepribadian, peran olahraga sang bek di bawah taktik pelatih Hansi Flick sangatlah krusial.

Statistik menunjukkan betapa pentingnya ia bagi tim; sepanjang musim lalu ia mencatatkan 51 penampilan, menjadikannya pemain dengan jumlah laga terbanyak di skuad.

Dari total laga tersebut, ia tampil sebagai starter sebanyak 47 kali.

Baca juga:Kapal Datang, Pasar Dadakan pun Tergelar di Serasan Natuna

Tingginya menit bermain yang didapat sangat ditunjang oleh atribut fleksibilitasnya. Ia mampu bermain sama baiknya saat dipasang sebagai bek tengah, bek sayap, maupun gelandang.

Secara keseluruhan, pemain yang dikenal memiliki karakter ramah dan kerap menjadi penengah di ruang ganti ini telah membukukan 166 penampilan untuk klub.

Mengingat dirinya diproyeksikan bakal menjadi opsi utama sang pelatih di posisi bek kanan pada musim ini, wajar jika ia diposisikan sebagai salah satu kandidat paling ideal untuk mewakili ruang ganti sebagai kapten tim.