Manajer Manchester City, Enzo Maresca, memberikan dukungan penuh kepada Gianluigi Donnarumma dan Marc Guehi setelah pekan yang sulit bagi keduanya. Kiper asal Italia dan pemain timnas Inggris itu sama-sama mendapat sorotan tajam setelah kesalahan mencolok mereka turut menyebabkan City kehilangan awal sempurna di Liga Primer Inggris musim ini saat menghadapi Aston Villa.
Awal sempurna City di kompetisi domestik terhenti pada Sabtu, ketika kelemahan lini pertahanan harus dibayar mahal. Donnarumma, yang musim ini sudah mendapat sorotan terkait distribusi bola dan kemampuannya memainkan bola dengan kaki, kembali menjadi pusat perhatian setelah kekalahan dari Villa.
Sementara itu, Guehi juga sedang melalui periode sulit. Bek tengah itu mendapat kritik keras setelah tampil buruk melawan Ipswich Town. Ia kalah dalam adu kecepatan pada proses terciptanya sebuah gol, lalu memberikan hadiah penalti.
Menanggapi jadwal yang semakin padat dan beberapa penampilan kurang meyakinkan belakangan ini, Maresca memberi kedua pemain jeda singkat. Mereka bergabung dengan Erling Haaland, Elliot Anderson, dan Josko Gvardiol untuk berlibur selama tiga hari. Kelimanya melewatkan latihan untuk bepergian ke luar negeri dan memulihkan tenaga menjelang rangkaian pertandingan yang berat.
Meski para pemainnya belakangan mendapat sorotan, Maresca menolak menyalahkan mereka. Pelatih City itu menegaskan bahwa kesalahan individu tak terhindarkan di tengah jadwal yang melelahkan dan menyatakan keyakinannya pada ketangguhan mental para pemainnya.
“Sejak kami memulai musim ini, Gigio tampil bagus,” kata Maresca kepada wartawan. “Seperti pemain atau pelatih mana pun, pada titik tertentu dia membuat kesalahan, tetapi itu bagian dari musim ini. Mereka bermain dalam begitu banyak pertandingan dan menghabiskan begitu banyak menit di lapangan sehingga terkadang mustahil untuk tidak membuat kesalahan. Mentalnya cukup kuat. Dia tahu kapan dia membuat kesalahan. Dia tidak perlu diberi tahu oleh kami. Terkadang kesalahannya begitu jelas sehingga mereka menyadarinya. Itu bagian dari permainan.”
Maresca juga memuji bek tengah andalannya. “Saya sangat senang dengan Marc karena caranya merespons sungguh luar biasa,” tambahnya. “Dia pribadi yang hebat, salah satu kapten, seorang pemimpin, dan sejujurnya saya sangat menyukai Marc. Sama seperti Gigio, ketika mereka membuat kesalahan, mereka menyadarinya. Dia telah bermain hampir sepanjang waktu sejak awal musim, jadi kondisinya baik-baik saja.”
Maresca mengatur beban kerja para pemainnya agar skuadnya terhindar dari kelelahan. Saat menjelaskan keputusannya mengizinkan lima pemain penting bepergian, sang pelatih mengatakan: “Setelah pertandingan melawan Villa, kami memberi lima pemain libur tiga hari untuk memulihkan tenaga. Mereka semua sedang berlibur. Tiga hari libur untuk mengisi tenaga. Pergilah, lalu kembali dengan tenaga penuh dan kita mulai lagi.”
Dengan Donnarumma beristirahat, Geronimo Rulli akan tampil dalam pertandingan putaran keempat Carabao Cup pada Rabu. Kiper asal Argentina berusia 34 tahun itu kembali ke Manchester pada musim panas ini untuk periode keduanya setelah kepergian James Trafford. Sebelumnya, ia tampil melawan Norwich di kompetisi tersebut.
“Dia tampil bagus,” kata Maresca tentang kiper pelapisnya. “Sebelum saya tiba di sini, saya berbicara dengannya dan dia tahu persis perannya. Itu penting. Dia bekerja dengan baik setiap hari, dia banyak membantu, dan Gigio juga banyak membantu. Ketika mendapat kesempatan bermain, dia tampil bagus, dan besok dia akan bermain lagi.”
City menghadapi keunikan jadwal saat bersiap menjamu Brighton dalam dua pertandingan berturut-turut. Tim asuhan Fabian Hurzeler yang sedang tampil impresif akan bertandang ke Stadion Etihad untuk laga Piala Liga pada Rabu, sebelum kembali tiga hari kemudian untuk pertandingan Liga Primer.
Maresca memperkirakan dua pertarungan taktik yang sengit melawan Brighton saat City berusaha segera bangkit dari kekecewaan akhir pekan lalu. “Mereka tampil sangat baik, jadi kedua pertandingan akan sulit,” ujarnya. “Mereka menciptakan banyak peluang dan mencetak banyak gol. Kami harus waspada saat bertahan dan melakukan hal yang tepat saat menyerang.”
Kecintaannya pada sepakbola berakar dari Chelsea, tepatnya ketika ia terpesona oleh sosok Gianfranco Zola—bukan hanya karena magis di kakinya, tapi juga karena nama sang legenda yang menurutnya begitu renyah di telinga. Beberapa tahun kemudian, Piala Dunia 2002 memperkenalkannya pada Oliver Kahn, penjaga gawang yang menjadi jatuh cinta kedua Zaki pada sepakbola, sekalipun Jerman pulang dengan tangan kosong kala itu.
Momen paling membekas bagi Zaki terjadi jauh lebih dekat di mata: berdiri di tribun selatan Maguwoharjo,menjadi saksi ketika PSS Sleman mengangkat trofi Divisi Utama 2013. Euforia kemenangan itu berubah getir karena dualisme membuat Si Elang Jawa gagal promosi.
Bidang keahlian Zaki di GOAL Indonesia di antaranya:
XI Sepanjang Masa Zaki (4-2-3-1)
Oliver Kahn; Cafu, John Terry, Franz Beckenbauer, Paolo Maldini; Xavi Hernandez, Claude Makelele; Lionel Messi, Eric Cantona, Eden Hazard; Marco van Basten.