Emery yang Tak Pernah Berjodoh dengan Trofi Piala Super Eropa

Emery yang Tak Pernah Berjodoh dengan Trofi Piala Super Eropa

Aston Villakeok dariParis Saint-GermaindiPiala Super Eropa 2026. Rekor burukUnai Emeryberlanjut, selalu kalah di empat edisi!

Aston Villakeok dariParis Saint-GermaindiPiala Super Eropa 2026. Rekor burukUnai Emeryberlanjut, selalu kalah di empat edisi!

Kesempatan keempat Emery datang tahun ini, saat membawa Villa, juara Liga Europa, menantang PSG, juara bertahan Liga Champions. Keduanya bertanding di Red Bull Arena, Salzburg, Kamis (13/8) dini hari WIB.

Di laga itu, Villa kalah 1-2. Sempat tertinggal lewat gol Khvicha Kvaratskhelia, pasukan Emery membalas lewat aksiwonderkidBrian Madjo sebelum turun minum.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di babak kedua, PSG bisa kembali bikin Villa tertinggal. Gol Desire Doue memastikan keunggulan 2-1 Les Parisiens bertahan sampai akhir.

Itu menjadi kekalahan keempatUnai Emerydi ajangPiala Super Eropa. Sebelumnya ia sudah tiga kali gagal menang, yakni pada tahun 2014, 2015, dan terakhir 2021.

Pada 2014 dan 2015, ia gagal membawa Sevilla menang usai dikalahkan Real Madrid dan Barcelona. Sementara pada 2021, Chelsea yang bikin Emery menelan hat-trick kekalahan di Piala Super Eropa.

Kini PSG membuat rekor buruk Emery berlanjut. Ia selalu gagal juara di Piala Super Eropa, kendati berstatus 'Raja' di Liga Europa.

Ya, Emery menjadi pelatih yang paling banyak juara Liga Europa. Ia sudah lima kali memenangkannya, yakni bersama Sevilla (2014, 2015, 2016), Villarreal (2021), dan Aston Villa (2026).

Usai laga, Emery mengaku memang menginginkan gelar tersebut. Namun, ia tetap bangga Villa bisa merepotkan PSG, terlebih tanpa sejumlah pemain andalan.

"Saya sangat, sangat senang, karena kami kehilangan beberapa pemain, masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan, tetapi pertandingan hari ini menunjukkan bahwa kami semakin mendekati level tim hebat itu," kata Emery di situs resmi UEFA.

"Para pemain kemudian merasa mereka mampu bersaing dengan Paris, dan itulah yang paling penting bagi saya. Saya memang menginginkan trofi ini, tetapi mengingat cara kami bermain, peluang-peluang yang kami ciptakan, dan kualitas para pemain kami, saya sangat bangga pada para pemain," kataUnai Emery.

Foto artikel