Elite Pro Championship 2026 mengalami penambahan jumlah peserta di tahun 2026 ini. Total ada 10 klub yang ikutan dari lima provinsi.
Liputan6.com, Jakarta -Elite Pro Championship(EPC) 2026 siap bergulir pada 4 November hingga 2 Desember 2026. Memasuki musim ketiga, kompetisibola basketputra U-21 ini akan diikuti 10 tim dari lima provinsi di Indonesia denganDewa UnitedArena, Tangerang, sebagai venue utama.
Jumlah peserta EPC terus meningkat sejak pertama kali digelar pada 2024. Setelah diikuti empat tim pada musim perdana dan enam tim pada 2025, kompetisi tahun ini menghadirkan 10 tim yang akan bersaing memperebutkan gelar juara sekaligus mengasah kemampuan para pemain muda menuju level profesional.
Kesiapan penyelenggaraan EPC 2026 diperkenalkan melalui acara Media Day di Dewa United Arena, Minggu (1/11/2026). Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan pemerintah daerah, pengurus Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Banten, penyelenggara, serta perwakilan seluruh tim peserta.
Sepuluh tim yang akan berkompetisi berasal dari lima provinsi. Banten diwakili Dewa United Elite, MVP Basketball, dan Immortal Basketball Club (IBC).
Sementara itu, DKI Jakarta mengirimkan Go Jakarta Basketball, Cakra Sakti Basketball, dan Hangtuah Jakarta. Jawa Tengah diwakili Bhinneka Solo dan Satya Wacana Buzzer, sedangkan Jawa Timur mengandalkan BBM CLS Knights. Adapun Kalimantan Selatan diwakili Spartans Dream City.
Kehadiran klub-klub dari berbagai daerah diharapkan menghadirkan persaingan yang lebih beragam sekaligus memberikan kesempatan kepada para pemain muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding yang lebih luas.
Perwakilan Dewa United Basketball Club selaku penyelenggara EPC, Ridi Djajakusuma, menegaskan bahwa kompetisi ini tidak hanya berorientasi pada perebutan gelar juara. EPC dirancang sebagai wadah bagi pebasket muda untuk mengembangkan kemampuan, membangun mental bertanding, dan mempersiapkan diri menghadapi persaingan di level profesional.
Menurut Ridi, pengalaman bertanding menjadi bagian penting dalam proses perkembangan atlet muda. Melalui pertandingan, pemain dapat belajar mengambil keputusan, menghadapi tekanan, serta memahami pentingnya kerja sama tim.
"Yang lebih penting adalah bagaimana kompetisi ini memberikan pengalaman kepada pemain-pemain muda untuk berkembang, menghadapi tekanan pertandingan, dan mempersiapkan diri sebelum mereka masuk ke level profesional," ujar Ridi.
Ikuti berita bola terbaru diSport Liputan6
Ia juga menyambut positif peningkatan jumlah peserta dalam tiga musim terakhir. Bertambahnya tim yang berpartisipasi dinilai menunjukkan semakin besarnya kebutuhan terhadap kompetisi yang memberikan ruang bagi pemain muda untuk berkembang. Pada musim ketiga ini, penyelenggara juga berupaya menjaga kualitas pertandingan seiring bertambahnya jumlah peserta. Dengan melibatkan 10 tim dari lima provinsi, EPC 2026 diharapkan memberikan pengalaman kompetitif yang optimal bagi seluruh peserta.