KOMPAS.com- Bintang AC Milan, Ardon Jashari, mengungkap inspirasi besar Lionel Messi dalam sebuah interviu eksklusif dengan KOMPAS.com.
Ardon Jasharimenjalani partai emosional diPiala Dunia 2026silam, persisnya dalam duel Argentina vs Swiss di Stadion Kansas City, Amerika Serikat, pada 11 Juli 2026.
Pertandingan berjalan dramatis karena harus berlanjut sampai babak tambahan waktu setelah gol Alexis Mac Allister disamakan oleh penyerang Swiss, Dan Ndoye.
Pada masa extra time, Ardon Jashari diberikan kesempatan bermain oleh sang pelatih Swiss, Murat Yakin.
Baca juga:EKSKLUSIF Ardon Jashari: Derbi Milan Spesial, Tekad Jaga Rekor Tanpa Kalah
Sebuah momen yang emosional bagi Jashari, mengingat ia bisa bertanding melawan idolanya,Lionel Messi.
Pada akhirnya, Swiss yang dibela Jashari kalah 1-3 usai kemasukan gol Julian Alvarez dan Lautaro Martinez pada masa tambahan waktu.
Apa pun itu, perempat final Piala Dunia 2026 jelas jadi pengalaman tak terlupakan bagi Jashari.
Figur Lionel Messi begitu menginspirasinya. Bahkan, pemain Argentina itu adalah alasan kenapa Jashari memilih mengenakan nomor punggung 30 diAC Milan.
"Ketika saya mulai bermain sepak bola secara profesional, saya memilih nomor 30 karena dia (Messi)," tutur Ardon Jashari dalam wawancara dengan KOMPAS.com di Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Baca juga:EKSKLUSIF Ardon Jashari Ungkap Warisan Franco Baresi bagi AC Milan
"Sejak kecil saya selalu menjadi penggemar beratnya. Karena ketika masih kecil, Anda sebenarnya belum benar-benar memiliki posisi bermain. Dan saya selalu menjadi penggemar Messi," ucap eks pemain FC Luzern dan Club Brugge tersebut.
Messi di sepanjang kariernya memang sangat identik dengan nomor 10. Namun, ketika memulai karier profesional bareng Barcelona, pria beralias La Pulga itu sempat mengusung angka 30 di punggungnya.
"Lalu tibalah saatnya memilih nomor punggung. Dan saya memilih nomor yang juga dia pakai di Barcelona ketika memulai kariernya," ucap Jashari lagi.
"Dan bisa bermain melawannya lagi adalah mimpi yang menjadi kenyataan bagi saya. Dan itu adalah perasaan yang luar biasa.
"Saya tidak bisa menggambarkannya dengan kata-kata. Jadi, itu hanyalah perasaan bangga bisa berbagi lapangan dengannya," kata Jashari yang mengaku bangga bisa satu tim dengan seorang juara seperti Luka Modric.