KOMPAS.com - Dalam wawancara eksklusif bersama KOMPAS.com, Ardon Jashari, mengungkap warisan dari Franco Baresi yang harus terus dijaga pemain AC Milan.
AC Milantiba di Jakarta pada Kamis (6/8/2026). Kunjungan AC Milan ke Jakarta tak berjarak lama dari prosesi pemakaman sang legenda klub,Franco Baresi, pada Selasa (4/8/2026) silam.
Kapten abadi AC Milan, Franco Baresi, meninggal dunia pada 31 Juli 2026 pada usia 66 tahun.
Penghormatan khusus diberikan kepada Baresi ketika laga uji coba AC Milan vs Inter Milan digelar di Stadion Optus, Perth, Australia, Rabu (5/8/2026) lalu.
Baca juga:EKSKLUSIF: AC Milan Datang, Ingin Buat Indonesia Senang
Kala itu, sebelum memulai pertandingan, pemain dari kedua kesebelasan mengheningkan cipta untuk Franco Baresi, figur yang berjasa terhadap kesuksesan AC Milan meraih enam scudetto dan tiga gelar juara Liga Champions.
"Saya pikir Franco Baresi bukan hanya bagi saya, maksud saya bagi semua orang di Italia yang memiliki hubungan dengan klub ini, termasuk juga para suporter. Dia adalah legenda besar," ucapArdon Jasharikepada KOMPAS.com dalam sesi eksklusif di Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Baresi sudah semacam simbol bagi AC Milan. Tak cuma membawa Rossoneri ke puncak dunia, Baresi juga ada ketika klub menderita karena terdegradasi dari Serie A.
Baca juga:EKSKLUSIF: Amorim Bawa Perubahan di AC Milan, Pemain Cuma Perlu Dengarkan
Ya, setelah turun kasta ke Serie B pada akhir musim 1979-1980 karena terlibat skandal judi Totonero, Milan sempat kembali degradasi pada 1981-1982.
Baresi bersama Milan saat klub berada di titik rendah.
"Semua orang akan mengingatnya karena sepak bolanya, tetapi juga karena karakternya, karena kepribadiannya," tutur Ardon Jashari soal Baresi yang sempat menjabat sebagai Wakil Presiden Kehormatan AC Milan.
"Ini sangat menyedihkan, saya turut berduka cita kepada keluarganya," kata Jashari kepada KOMPAS.com.
Baresi pergi, namun warisannya disebut akan tetap abadi bagi AC Milan, layaknya nomor punggung 6 miliknya.
Ya, sejak 1997 AC Milan resmi memensiunkan nomor punggung 6, sebagai penghormatan untuk Franco Baresi.
Dengan kata lain, nomor 6 Rossoneri menjadi abadi bersama Baresi.
"Ini sangat menyedihkan, saya menyampaikan belasungkawa terhadap keluarganya, sangat menyedihkan, tetapi seperti yang saya katakan, dia akan selalu ada dalam ingatan kami," ujar Ardon Jashari.
"Dia adalah kapten klub ini, ini adalah kabar yang menyedihkan, tetapi kami harus melanjutkan warisannya dengan memberikan segalanya untuk klub ini dan kembali memenangkan trofi," kata gelandang Swiss yang direkrut AC Milan dari Club Brugge pada 2025 silam tersebut.