EKSKLUSIF: AC Milan Datang, Ingin Buat Indonesia Senang

EKSKLUSIF: AC Milan Datang, Ingin Buat Indonesia Senang

KOMPAS.com- Eksklusif kepada KOMPAS.com bintang AC Milan, Ardon Jashari, menuturkan antusiasmenya bermain di Indonesia.

KOMPAS.com- Eksklusif kepada KOMPAS.com bintang AC Milan, Ardon Jashari, menuturkan antusiasmenya bermain di Indonesia.

AC Milanakhirnya kembali menginjakkan kaki di tanah Indonesia setelah 32 tahun. Ya, kali terakhir tim utama Rossoneri (Si Merah-Hitam) bertanding di Indonesia adalah pada 1994.

Kala itu, AC Milan arahan Fabio Capello yang baru saja menjuarai Liga Champions 1994, melakoni sepasang partai ekshibisi melawan Surabaya Selection dan Persib Bandung.

Latar belakang tersebut membuat kunjungan kali ini begitu berarti. AC Milan diagendakan melawanChelseadi Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (8/8/2026) pukul 19.00 WIB.

Baca juga:EKSKLUSIF: Amorim Bawa Perubahan di AC Milan, Pemain Cuma Perlu Dengarkan

Ya, saya rasa juga merupakan sebuah kehormatan bagi kami bisa bermain di sini," ujar gelandang AC Milan asal Swiss,Ardon Jashari, dalam interviu eksklusif bersama KOMPAS.com di Jakarta, Kamis (6/8/2026).

"Kami tahu bahwa kami memiliki penggemar di seluruh dunia dan kami juga ingin membuat para penggemar di Indonesia senang karena itu kami datang ke sini untuk bermain sepak bola dan memenangkan pertandingan," tutur Ardon Jashari menambahkan.

Indonesia ternyata bukanlah tempat asing bagi gelandang yang memperkuat Swiss di Piala Dunia 2026 silam tersebut.

Ardon Jashari mengaku pernah bertamasya ke Bali.

"Lalu mengenai kesan saya terhadap Indonesia bagus, sebelumnya saya pernah sekali datang ke Indonesia tepatnya ke Bali," ucap sosok yang direkrut AC Milan pada musim panas 2025 dari Club Brugge tersebut.

Jashari, yang dikenal dengan kemampuannya mengatur tempo permainan dan kepiawaian melepas operan panjang akurat, pun tak kaget dengan suasana di Indonesia.

Baca juga:Imbangi Inter Milan, Amorim Singgung Dampak Melatih Allegri ke Skuad AC Milan

Menurutnya, negeri Indonesia memiliki kekhasan tersendiri.

"Saya pernah sekali liburan ke Bali, saya sudah sedikit mengenal Indonesia," ujar gelandang berusia 24 tahun tersebut.

"Gambaran tentang Indonesia semacam itu, mulai dari jalanannya dan sebagainya dan saya menyukainya."

"Suasananya benar-benar berbeda dengan di Eropa. Namun, Indonesia memiliki ciri khasnya sendiri dan itu sangat menyenangkan," tutur jebolan akademi FC Luzern tersebut kepada KOMPAS.com.

Duel melawan Chelsea di Indonesia merupakan laga tur pramusim ketiga AC Milan bersama sang pelatih anyar,Ruben Amorim.

Sebelum ini, AC Milan telah beruji coba dengan Celtic (2-2) dan sang rival bebuyutan Inter (1-1).