Fernando Santos,eks pelatih Timnas Portugal menyelamatiCristiano Ronaldoyang baru nyatakan pensiun dari timnas. Santos tulis perpisahan yang mendalam.
Cristiano Ronaldopensiun dariTimnas Portugalpada Kamis (5/11) sore WIB. Ronaldo umumkan via sosial media pribadinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan pelatih Timnas Portugal,Fernando Santosturut menyelamati Cristiano Ronaldo. Ronaldo bermain 82 kali di bawah polesan Santos, titel Piala Eropa 2016 dan UEFA Nations Leagues 2019 diraihnya.
"Terima kasih atas segalanya yang telah Anda berikan kepada tim nasional, negara kita, dan kita semua. Anda meninggalkan warisan yang tidak akan pernah bisa disamai oleh siapa pun, serta jejak yang tidak akan pernah pudar. Anda adalah pemain terhebat sepanjang masa. Peluk hangat untuk Anda, Cristiano. Dengan kekaguman, rasa hormat, dan persahabatan untuk hari ini dan selamanya," paparnya dilansir dariTribuna.
Cristiano Ronaldopun menghormatiFernando Santos.Meski di Piala Dunia 2022, hubungan keduanya dikabarkan retak.
Itu karena, Santos mencadangkan Ronaldo. Sang pemain tampak tidak senang tapi tetap tegar.
Hal itu pun disinggung oleh Santos. Meski pada akhirnya, Santos menilai hal-hal semacam itu kerap terjadi di dalam kehidupan.
"Kita telah berbagi momen-momen luar biasa, mengalami masa-masa penuh sukacita yang akan terus tersimpan dalam ingatan kita selamanya, dan juga melalui masa-masa yang kurang menyenangkan, sebagaimana yang sering terjadi dalam hubungan antarmanusia," ujarnya.
"Namun, ada satu hal yang tidak pernah berubah yakni rasa hormat, kehangatan, dan persahabatan," tegasnya.
"Saya sangat menghargai segala hal yang telah menghubungkan kita. Semua orang tahu betapa hebatnya Anda sebagai pemain sepak bola. Profesionalisme, ambisi, ketangguhan, dan semangat untuk menang yang Anda miliki adalah kualitas-kualitas yang akan selamanya menjadi bagian dari sejarah sepak bola Portugal," tambahnya.
"Namun, saya juga menghargai sisi kemanusiaan dalam hubungan kita, percakapan-percakapan kita, momen-momen yang kita habiskan bersama, senyuman, dan begitu banyak kenangan yang tidak terikat pada sepakbola, melainkan pada kehidupan itu sendiri," tutup Santos.