Eks Pelatih Man United Bongkar Tabiat Buruk Cristiano Ronaldo: Tukang Provokasi

Eks Pelatih Man United Bongkar Tabiat Buruk Cristiano Ronaldo: Tukang Provokasi

Suara.com -Mantan pelatihManchester United,Erik ten Hag, melontarkan kritik tajam terhadapCristiano Ronaldo.

Suara.com -Mantan pelatihManchester United,Erik ten Hag, melontarkan kritik tajam terhadapCristiano Ronaldo.

Pelatih asal Belanda itu menuding megabintangPortugaltersebut tidak mempersiapkan diri dengan baik untuk pertandingan, beberapa kali meninggalkan sesi latihan, hingga memengaruhi rekan setimnya agar tidak terlalu menguras tenaga.

Pernyataan tersebut kembali membuka perseteruan lama antara Ten Hag dan Ronaldo yang berujung pada berakhirnya periode kedua sang pemain di Old Trafford pada November 2022.

Ketika itu, Ronaldo meninggalkan Manchester United setelah wawancara kontroversial bersama Piers Morgan, yang di dalamnya ia mengaku merasa dikhianati oleh sang pelatih.

Dalam wawancara dengan The Athletic, Ten Hag mengungkapkan bahwa dirinya pernah menegur Ronaldo karena menilai kondisi kebugaran sang pemain tidak memenuhi standar yang dibutuhkan tim.

"Dia mengecewakan tim dan mengecewakan saya, karena kami telah menyusun rencana dengannya," kata Ten Hag.

Ten Hag mengakui Ronaldo merupakan salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah sepak bola. Namun, menurut dia, status sebagai pemain bintang tidak membuat seorang pemain terbebas dari kewajiban menjaga kondisi fisik dan bekerja untuk kepentingan tim.

"Jelas, dia adalah salah satu pemain terbaik dalam sejarah sepak bola. Saya sangat menghormatinya. Namun, saat itu, sebagai manajer, saya harus mengambil keputusan rasional dan tetap mempertahankan pemain-pemain yang saya kagumi," ujar Ten Hag.

Mantan pelatih MU itu juga mengeklaim Ronaldo tidak mencapai tingkat kebugaran yang dibutuhkan. Ia menyebut sang penyerang beberapa kali menarik diri dari sesi latihan dan tidak meningkatkan detak jantungnya hingga level yang diharapkan ketika mengikuti latihan.

Ten Hag menegaskan, persoalan tersebut bukan semata-mata karena dirinya meminta Ronaldo melakukan pressing atau berlari lebih banyak. Ia menilai sang pemain tidak mampu menjalankan tugas secara optimal, baik ketika tim menguasai bola maupun saat bertahan.

"Saya sering mengatakan, 'Ronnie, semua orang ingin bekerja untuk menempatkanmu di posisi yang tepat. Namun, jika kamu tidak bisa membawa dirimu ke dalam kotak penalti, kamu tidak bisa mencetak gol'," tutur Ten Hag.

Tak hanya menyoroti kondisi fisik Ronaldo, Ten Hag juga mengungkapkan bahwa sang pemain diduga menyampaikan pesan kepada rekan-rekannya agar tidak terlalu menguras tenaga saat berlatih.

"Dia mengatakan kepada para pemain, 'Hemat tenaga kalian saat latihan'," kata Ten Hag.

Ten Hag memahami bahwa pemain yang sudah berada dalam kondisi fisik prima terkadang perlu mengatur intensitas latihan.

Namun, ia menilai pendekatan tersebut tidak tepat apabila pemain belum mencapai tingkat kebugaran yang diperlukan untuk tampil maksimal.

"Setiap tim papan atas harus merangkul pemain terbaiknya, tetapi pemain terbaik juga harus bekerja untuk tim," ujarnya.