Penyerang Bayern Munich Harry Kane dinobatkan sebagai pemain terbaik dunia, mengakhiri penantian seperempat abad bagi Inggris untuk memiliki peraih Ballon d'Or. Pemain berusia 33 tahun itu mengungguli Kylian Mbappe dan Lamine Yamal untuk meraih penghargaan bergengsi tersebut dalam seremoni gemerlap di London, yang memicu perayaan luas serta penghormatan dari tokoh-tokoh ternama, dipelopori oleh Pangeran William.
Senin malam di Palladium Theatre menjadi tonggak penting dalam sejarah sepakbola Inggris. Penyerang Bayern Munich itu akhirnya meraih penghargaan individu tertinggi dalam sepakbola, mengungguli superstar Real Madrid Mbappe dan pemain sensasional Barcelona Yamal. Didampingi istrinya, Kate, di kota asalnya, pemain berusia 33 tahun itu menjadi pria Inggris pertama yang memenangi penghargaan tersebut sejak Michael Owen pada 2001.
Untuk merayakan pencapaian bersejarah itu, Wembley Arch yang ikonis diterangi cahaya terang dengan pesan ucapan selamat khusus. Kemenangan ini menegaskan perjalanan pribadi yang luar biasa bagi penyerang kelahiran Leytonstone tersebut, sekaligus semakin membuktikan bahwa kepindahannya ke Bundesliga merupakan langkah yang tepat.
Melalui Instagram, Pangeran William menjadi salah satu yang pertama menyampaikan ucapan selamat secara terbuka dan memberikan pujian kepada kapten tim nasional itu. Anggota keluarga kerajaan tersebut, yang menjadi pelindung resmi FA pada Juli 2024 setelah menjabat sebagai presiden selama 18 tahun, telah mendukung sang penyerang melalui berbagai kampanye kesehatan mental dan seusai kekalahan menyakitkan Inggris dari Spanyol di final Euro 2024.
“Selamat sebesar-besarnya kepada Harry Kane atas keberhasilannya memenangi Ballon d'Or!” tulis William di media sosial. “Pencapaian yang luar biasa dan sangat pantas diraih. Kapten yang hebat, pemain yang luar biasa, dan sosok yang telah memberikan begitu banyak momen tak terlupakan kepada penggemar sepakbola di seluruh dunia.”
Manajer Inggris Thomas Tuchel segera menyoroti catatan luar biasa kaptennya, yakni 91 gol dalam 125 penampilan bersama tim nasional. “Selamat, Harry, atas Ballon d'Or yang memang pantas kamu raih!” ujar Tuchel. “Sudah lama saya kehabisan kata-kata untuk menggambarkan penampilanmu, tetapi saya senang melihat dunia sepakbola kini secara resmi mengakui pencapaianmu. Menjadi pria Inggris pertama yang meraih penghargaan besar ini dalam 25 tahun membuatnya semakin istimewa, dan kami beruntung memilikimu sebagai pemimpin kami.”
Mantan rekan Kane di Tottenham, Heung-min Son, menjadi salah satu pemain pertama yang menyampaikan pujian secara daring. Ia menulis: “@harrykane lebih pantas daripada siapa pun, selamat sebesar-besarnya, partnerku.” Legenda Inggris Wayne Rooney, John Terry, dan Gary Neville menyampaikan sentimen serupa melalui media sosial.
Sementara itu, Jamie Carragher menegaskan bahwa kepindahan ke Bundesliga menjadi faktor penentu. “Saya benar-benar senang. Kariernya luar biasa, dia pemain yang luar biasa, dan sebagai sebuah negara, kami belum punya cukup banyak pemenang Ballon d'Or,” katanya kepadaSky Sports. “Mantan rekan setim saya, Michael Owen, adalah orang terakhir yang memenanginya pada 2001, jadi penantiannya sudah panjang. Namun, dengan Harry Kane dan, menurut saya, Jude Bellingham, yang kelak akan memenangi Ballon d'Or, kami memiliki dua pemain terhebat pada era mereka. Saya senang untuk Kane dan negara ini.”
Carragher menambahkan: “Itu kepindahan yang perlu dia lakukan. Saya sempat mengira dia mungkin terobsesi dengan rekor gol Premier League, tetapi dia terobsesi dengan rekor-rekor gol, bukan hanya rekor itu. Kepindahan tersebut juga memberinya peluang besar untuk memenangi Liga Champions dan masuk dalam pemilihan Ballon d'Or. Tidak mungkin Harry Kane memenangi Ballon d'Or jika dia bermain untuk Tottenham.”
Dengan status sebagai pemain terbaik dunia, Kane kini akan kembali ke Jerman di tengah ekspektasi yang lebih tinggi. Bayern Munich akan sangat mengandalkan ketajaman pemain andalannya itu dalam menghadapi jadwal kompetisi domestik yang padat, sembari berupaya mengubah kesuksesan individu Kane yang luar biasa menjadi trofi kolektif yang sangat dibutuhkan.
Selain itu, Tuchel tentu akan mengandalkan kaptennya yang sedang tampil bagus seiring berlanjutnya perkembangan taktik Inggris. Setelah akhirnya meraih penghargaan individu tertinggi, Kane akan segera kembali memusatkan perhatian untuk membawa klub dan negaranya menjuarai turnamen besar.
Kecintaannya pada sepakbola berakar dari Chelsea, tepatnya ketika ia terpesona oleh sosok Gianfranco Zola—bukan hanya karena magis di kakinya, tapi juga karena nama sang legenda yang menurutnya begitu renyah di telinga. Beberapa tahun kemudian, Piala Dunia 2002 memperkenalkannya pada Oliver Kahn, penjaga gawang yang menjadi jatuh cinta kedua Zaki pada sepakbola, sekalipun Jerman pulang dengan tangan kosong kala itu.
Momen paling membekas bagi Zaki terjadi jauh lebih dekat di mata: berdiri di tribun selatan Maguwoharjo,menjadi saksi ketika PSS Sleman mengangkat trofi Divisi Utama 2013. Euforia kemenangan itu berubah getir karena dualisme membuat Si Elang Jawa gagal promosi.
Bidang keahlian Zaki di GOAL Indonesia di antaranya:
XI Sepanjang Masa Zaki (4-2-3-1)
Oliver Kahn; Cafu, John Terry, Franz Beckenbauer, Paolo Maldini; Xavi Hernandez, Claude Makelele; Lionel Messi, Eric Cantona, Eden Hazard; Marco van Basten.