Duh, Rumah Antony Kemalingan saat Main di Liga Champions

Duh, Rumah Antony Kemalingan saat Main di Liga Champions

Nasib pilu dialamiAntony. Rumahnya dibobol maling saat tampil membelaReal BetisdiLiga Champions.

Nasib pilu dialamiAntony. Rumahnya dibobol maling saat tampil membelaReal BetisdiLiga Champions.

Real Betis menjamu Porto dalam matchday kedua Liga Champions, Kamis (15/10/2026).Los Verdiblancosmenutup duel dengan kemenangan 3-2.

Antony tampil sebagai starter di laga ini. Dia menyumbang assist untuk gol kedua Real Betis yang dicetak Cucho Hernandez.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kabar buruk dibawakan Antony selepas pertandingan. Eks penggawa Manchester United ini menyebut rumahnya dibobol maling di tengah laga Real Betis vs Porto.

Antony mengaku amat sedih dan marah atas rumahnya yang dibobol maling. Pemain asal Brasil ini khawatir akan ketakutan yang dialami keluarganya.

"Hari ini, saya ingin berbicara tentang sesuatu yang membuat saya sangat sedih dan marah. Apa yang seharusnya menjadi malam yang indah berakhir dengan kemarahan dan frustrasi. Rumah saya kemalingan," Antony menuliskan di InstaStory, dikutip dari Manchester Evening News.

🚨 𝗝𝗨𝗦𝗧 𝗜𝗡: Antony has revealed that while he was playing for Betis in the Champions League last night against Porto, his house was being robbed: "Today I come to share a very sad and outrageous situation. A night that had everything to be wonderful ended in indignation and frustration. THEY ROBBED MY HOUSE!" "What outrages me the most is not just the material loss, but the feeling of insecurity in the place where we should feel most protected; seeing that insecurity reflected in the eyes of my family." "But, above all this, one thing becomes even clearer to me: there is no material good in the world that is more valuable than the life and well-being of my family."

"Sulit untuk menggambarkan perasaan rumah Anda dibobol. Segala sesuatu yang telah kami perjuangkan dengan susah payah dan curahkan segenap hati kami untuk mendapatkannya telah direbut oleh seseorang yang tidak tahu betapa beratnya perjuangan yang telah kami lalui untuk mendapatkannya," dia menambahkan.

"Hal yang paling membuat marah bukanlah hanya kehilangan harta benda, tetapi juga kehilangan rasa aman di tempat di mana seharusnya kami merasa paling terlindungi, dan melihat kegelisahan di mata keluarga saya. Namun setelah semua ini, satu hal membuat saya semakin yakin: di dunia ini, tidak ada harta benda yang lebih berharga daripada nyawa dan keselamatan keluarga saya," ujarnya.

Foto artikel Foto artikel