Dominasi Arsenal Atas Lille Malah Mengekspos Kelemahan The Gunners

Dominasi Arsenal Atas Lille Malah Mengekspos Kelemahan The Gunners

Kemenangan telak Arsenal di Liga Champions kontra Lille menyingkap masalah serius di skuad asuhan Mikel Arteta.

Kemenangan telak Arsenal di Liga Champions kontra Lille menyingkap masalah serius di skuad asuhan Mikel Arteta.

Liputan6.com, Jakarta -KeperkasaanArsenalkala mengandaskan perlawanan LOSC Lille pada partaiLiga Champions(14/10/2026) dini hari tak luput dari sebuah cela. Bermain di Emirates Stadium, skuadMikel Artetatak memberi ampun kepada tim Liga Prancis dan mengakhiri laga dengan skor telak 3-0.

Melalui dominasi yang ditunjukkan The Gunners sepanjang pertandingan, lini depan mereka mendapat sorotan tajam. Termasuk laga semalam, Arsenal sama sekali tidak pernah mencetak gol di babak pertama dalam 5 pertandingan terakhir, baik di Liga Inggris maupun Liga Champions.

"Arsenal belum mencetak gol di babak pertama dalam 5 pertandingan mereka di Premier League dan Champions League. Terakhir kali mereka mencetak gol sebelum jeda turun minum adalah saat menghadapi Chelsea (6/9/2026), dilansir OptaAnalyst.

Dalam misi mempertahankan gelar Liga Inggris, Mikel Arteta tentunya harus mencari solusi atas permasalahan ini. Jadwal yang semakin padat akan memengaruhi kualitas fisik dan level permainan setiap tim ke depannya, termasuk The Gunners.

Saat ini, skuad London Utara tersebut berada di posisi 2 Liga Inggris, terpaut 3 poin dari Manchester City di puncak klasemen. Kemenangan kontra LOSC Lille juga membuat The Gunners masih menyapu bersih 2 laga awal UCL dan bertengger di peringkat ke-3 dengan mengoleksi total 6 poin.

Barisan penyerang The Gunners sebenarnya diisi oleh nama-nama bintang. Selain Viktor Gyokeres yang mengisi posisi nomor 9, Mikel Arteta masih memiliki amunisi lain seperti Kai Havertz, Noni Madueke, Max Dowman, dan Bukayo Saka.

Awal musim ini, Meriam London memang melego sosok Gabriel Martinelli ke klub Arab Saudi Al-Hilal. Kendati demikian, manajemen kemudian menjawabnya dengan mendaratkan talenta muda berkebangsaan Yunani, Christos Tzolis.

Setelah berhasil mengakhiri musim 2025/2026 dengan gelar Premier League dan melaju hingga partai final Liga Champions, The Gunners diprediksi akan kembali menjaga momentum dan mengulang kejayaan mereka sejak awal musim ini.

Kenyataannya, Martin Odegaard dan kawan-kawan masih kesulitan menemukan ritme dan konsistensi. Statistik memperlihatkan bahwa dalam 17 dari 24 laga terakhir, mereka hanya mampu menang dengan selisih satu gol atau bahkan hanya mengakhiri pertandingan dengan skor imbang.

Mengetahui kesulitan anak asuhnya dalam memberi ancaman ke gawang lawan pada babak pertama, Arteta tak menyanggah fakta tersebut. Baginya, permasalahan semacam ini merupakan ruang dalam permainan sepak bola yang dapat dibenahi.

"Kami memiliki beberapa momen bagus dalam pertandingan, khususnya di babak pertama. Kualitas teknik kami tidak cukup baik untuk memberikan ancaman, terlebih lagi untuk menjaga intensitas serangan pada fase transisi," tutur juru taktik asal Spanyol tersebut usai laga kontra Lille.

Arsenal akan kembali berlaga di Liga Inggris menghadapi Nottingham Forest, Minggu (18/10) malam. Kemudian, pasukan The Gunners akan bertolak ke Jerman dan menantang Bayern Munchen dalam partai UCL pada Kamis (22/10) depan.

Ikuti berita bola terbaru diSport Liputan6

Robek Gawang Lille, Bukayo Saka Salip 2 Legenda Arsenal di Daftar Top Skor Liga Champions

Calvin Verdonk Ukir Sejarah di Liga Champions, Jersey Diberikan ke Calon Pemain Timnas Indonesia

Wonderkid Arsenal Jadi Sasaran Naturalisasi Timnas Indonesia

Hector Souto Tak Khawatir Hasil Lawan Brasil, Ingin Timnas Futsal Indonesia Jadi Inspirasi Generasi Mendatang