Pelatih kepala Paris Saint-Germain Luis Enrique membela gelandang Vitinha setelah bintang Portugal itu menempati peringkat ke-14 dalam pemeringkatan Ballon d'Or 2026. Enrique menegaskan Vitinha layak berada di posisi yang jauh lebih tinggi berkat pengaruh teknisnya yang luar biasa.
Gelandang Paris Saint-Germain, Vitinha, menempati peringkat ke-14 dalam daftar Ballon d'Or 2026, turun setelah finis di posisi ketiga pada 2025. Playmaker berusia 26 tahun itu berada di bawah Harry Kane dari Bayern Munich, yang memenangi penghargaan tersebut, serta rekan setimnya, Achraf Hakimi, yang menempati peringkat ke-13.
Vitinha tetap menjadi sosok sentral di lini tengah PSG setelah membawa klub itu meraih gelar Liga Champions dua musim beruntun pada 2025 dan 2026.
Meski peringkatnya turun, pelatih Luis Enrique dengan tegas membela gelandang andalannya itu.
Berbicara menjelang laga PSG melawan Le Havre di Ligue 1,Enrique menyatakan ketidakpuasannya terhadap peringkat yang diberikan para pemilih kepada Vitinha. “Kami mengenalnya dengan baik, jadi kami tidak terkejut. Memiliki pemain dengan kemampuan teknik dan fisik seperti dia sungguh menyenangkan,” kata Enrique.
“Level permainannya luar biasa. Kami sangat senang memiliki pemain sekalibernya, meski posisinya dalam peringkat Ballon d'Or tidak setinggi yang layak ia dapatkan.”
“Dia sangat berbakat... dia pantas mendapat peringkat yang lebih tinggi dalam penghargaan Ballon d'Or,” tambah Enrique.
Etos kerja, kemampuan mengatasi tekanan, dan kemampuan mengatur permainan membuat Vitinha menjadi bagian tak tergantikan dalam sistem Enrique.
Sejak bergabung dari Porto pada Juni 2022, pemain yang pernah dipinjamkan ke Wolverhampton Wanderers itu telah meraih empat gelar Ligue 1 dan dua gelar Coupe de France.
Ia juga masuk dalam FIFPRO World 11 pada 2025 setelah meraih treble kontinental bersejarah.
Vitinha kembali memusatkan seluruh perhatiannya pada tugas di lapangan saat PSG berupaya memperlebar keunggulan di puncak klasemen Ligue 1.
Pemain tim nasional Portugal itu diperkirakan akan tampil sejak awal melawan Le Havre di Stade Oceane.
Enrique berharap gelandang andalannya itu mempertahankan level penampilannya yang luar biasa.
Seorang jurnalis olahraga dengan pengalaman hampir satu dekade, memulai perjalanan profesionalnya di Tabloid BOLA yang legendaris di Indonesia dari tahun 2017 hingga edisi cetak terakhirnya pada Desember 2018. Setelah itu, ia bergabung dengan GOAL, berkontribusi sebagai penulis lepas untuk FIFA, serta bekerja di departemen media Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF). Bersamaan dengan karier jurnalistiknya, ia juga aktif sebagai komentatorplay-by-playsiaran langsung sepak bola Indonesia sejak tahun 2017. Meraih gelar sarjana Sejarah dari Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran, Bandung.