Di tengah badai: Guardiola kembali ke Etihad untuk menyelamatkan City dari kehancuran di hadapan Paris

Di tengah badai: Guardiola kembali ke Etihad untuk menyelamatkan City dari kehancuran di hadapan Paris

Kesetiaan sang Legenda

Kesetiaan sang Legenda

Di saat Manchester City tengah menjalani momen-momen tergelapnya setelah vonis bersejarah yang menyatakannya bersalah melakukan pelanggaran keuangan dalam skala luas, sang legenda Pep Guardiola memutuskan untuk memecah keheningannya dan menunjukkan dukungannya secara terbuka dan langsung.

Sumber-sumber dekat klub, menurut "The Sun", menegaskan bahwa mantan pelatih legendaris itu akan hadir di tribun Stadion Etihad pada hari Rabu mendatang, untuk mendukung timnya yang sedang terseok-seok dalam laga penentu di Liga Champions Eropa melawan juara dua kali Paris Saint-Germain.

Langkah ini datang hanya beberapa hari setelah keluarnya vonis bersalah yang keras dari komisi independen, yang membuktikan sekitar 99% dari tuduhan yang dialamatkan kepada klub, meski City bersikukuh membersihkan namanya.

Guardiola, yang menutup tirai atas sepuluh tahun tak terlupakan sebagai pelatih dan menduduki jabatan duta untuk City Football Group, bergegas membela klubnya segera setelah vonis keluar melalui media sosial.

Guardiola menulis dalam sebuah pesan yang menyentuh untuk para penggemar City di seluruh dunia: "Saya ingin setiap pendukung Manchester City tahu bahwa saya ada di sini, lebih dari sebelumnya".

Ia menambahkan: "Saya selalu, dan akan selalu, mendukung klub saya, pemiliknya, presidennya, Ferran Soriano, para pemain, staf teknis, Enzo Maresca, dan kalian, para penggemar istimewa kami. Izinkan saya meyakinkan kalian, kita akan melewati cobaan ini bersama-sama, saya mencintai kalian semua".

Sudah pasti kehadiran Guardiola di tribun akan mengangkat moral para penggemar yang berharap untuk melewati periode jeda internasional yang menyakitkan dan kembali fokus pada sepak bola, apalagi ia sebelumnya telah memberi isyarat dalam konferensi pers terakhirnya pada Mei dengan mengatakan: "Saya mungkin akan kembali begitu vonis keluar, tapi hanya jika kalian bisa menemukan saya".

Dan kini ia menepati janjinya, kembali ke rumah lamanya, bukan sebagai pelatih, melainkan sebagai duta dan tameng yang melindungi klub dalam krisis terbesar sepanjang sejarahnya.